Satelit9.com,Beijing-Mereka berangkat dari Beijing, China menuju Jakarta pada Senin (30/4) menggunakan pesawat GA 891.Juru bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Dyah Retno Andriani, mengatakan kedelapan anak buah kapal itu selamat dari kapal Shin Maan Chun berbendera Taiwan tempat mereka bekerja ketika kapal itu terbakar.
Dyah mengatakan informasi mengenai musibah yang menimpa para anak buah kapal diterima pertama kali oleh KBRI Beijing dari perusahaan asuransi Huatai pada Selasa (24/4).
Kedelapan WNI diselamatkan oleh kapal pengangkut batu bara Semirio di Laut Filipina dan dilabuhkan di Qingdao, China.
"Pihak berwajib setempat melaporkan kedelapan anak buah kapal Indonesia dalam kondisi sehat," ujar Dyah saat dimintai konfirmasi Selasa (1/5).
Ia menambahkan KBRI Beijing bekerja sama dengan Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Shandong, Kantor Urusan Taiwan Kota Qingdao, China Ocean Shipping Agency, serta Imigrasi, dan Bea Cukai setempat kemudian menjemput mereka dari Qingdao pada 27 April.
"Seluruh anak buah kapal kehilangan paspor dan dokumen-dokumen dalam kebakaran kapal tersebut. Untuk itu, KBRI Beijing mengeluarkan Surat Perjalanan Laksana Paspor bagi mereka untuk mendapat visa transit di Republik Rakyat Tiongkok, sehingga mereka dapat dibawa ke kota Qingdao serta kemudian ke Beijing," ujar Dyah.
Ditambahkann, sebelum kepulangan mereka ke Indonesia, para anak buah kapal tersebut telah sepakat dengan pemilik kapal agar gaji mereka selama tiga bulan sebesar total US$7.230 USD segera dilunasi.
Pembayaran gaji itu disalurkan melalui agen mereka di Taiwan, sementara tiket perjalanan mereka dari Qingdao sampai Jakarta ditanggung oleh pemilik kapal.
Nama delapan ABK yang selamat tersebut adalah Ary Irianto, 24, asal Tegal;
Nurbara, 21, asal Tegal; Joko Lelono Sidomulyo, 30, asal Sragen; Sinang Apriyono, 24, asal Pemalang, Rudin, 42, asal Tegal; Setiawan, 21, asal Cilacap; Nuryanto, 26, asal Cilacap; dan Kastaman, 28, asal Pemalang.(sbk)