Satelit9.com,Bogor-Fligt Data Recorder (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 akhirnya ditemukan di Gunung Salak. Junaidi, warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang ikut menemukan mengatakan bahwa peralatan tersebut ditemukan dalam kondisi utuh dan masih berwarna oranye.
"Saya kaget melihat benda warna oranye pada saat menggali tanah untuk mencari serpihan jasad korban yang masih tersisa, ternyata setelah diangkat benda tersebut merupakan kotak hitam yang tengah dicari saat ini," kata Junaidi, Kamis (31/5).
Menurutnya, benda tersebut sama seperti benda yang ditunjukkan di media dan kondisinya masih utuh serta ada tulisan seperti tulisan Rusia di benda tersebut. Awalnya, warga hanya ingin mencari serpihan jenazah yang masih tersisa karena tujuan utama ke lokasi jatuhnya pesawat bersama tim adalah untuk misi kemanusiaan.
Junaidi menuturkan, selain menemuan FDR, warga juga menemukan kartu identitas dan dompet milik korban. Dalam kartu identitas tersebut tercatat nama Charles Adler warga Negara Amerika Serikat.
"Kami langsung serahkan kepada pihak berwenang, karena kami hanya ingin membantu saja dan benda itu sangat penting untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak," tambahnya.
Ia mengungkapkan, warga yang turun ke lokasi membantu tim dari TNI dan Polri dalam evakuasi sisa jasad korban dilakukan secara ikhlas yang tujuannya hanya kemanusiaan. Jika dibutuhkan warga siap diperbantukan lagi.
"Kami ikhlas jika dibutuhkan oleh siapapun dalam melakukan misi kemanusiaan, selain itu warga di kaki Gunung Salak juga siap melaksanakan tugas tersebut jika dibutuhkan kapan-kapan," imbuhnya.(deva)
"Saya kaget melihat benda warna oranye pada saat menggali tanah untuk mencari serpihan jasad korban yang masih tersisa, ternyata setelah diangkat benda tersebut merupakan kotak hitam yang tengah dicari saat ini," kata Junaidi, Kamis (31/5).
Menurutnya, benda tersebut sama seperti benda yang ditunjukkan di media dan kondisinya masih utuh serta ada tulisan seperti tulisan Rusia di benda tersebut. Awalnya, warga hanya ingin mencari serpihan jenazah yang masih tersisa karena tujuan utama ke lokasi jatuhnya pesawat bersama tim adalah untuk misi kemanusiaan.
Junaidi menuturkan, selain menemuan FDR, warga juga menemukan kartu identitas dan dompet milik korban. Dalam kartu identitas tersebut tercatat nama Charles Adler warga Negara Amerika Serikat.
"Kami langsung serahkan kepada pihak berwenang, karena kami hanya ingin membantu saja dan benda itu sangat penting untuk penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak," tambahnya.
Ia mengungkapkan, warga yang turun ke lokasi membantu tim dari TNI dan Polri dalam evakuasi sisa jasad korban dilakukan secara ikhlas yang tujuannya hanya kemanusiaan. Jika dibutuhkan warga siap diperbantukan lagi.
"Kami ikhlas jika dibutuhkan oleh siapapun dalam melakukan misi kemanusiaan, selain itu warga di kaki Gunung Salak juga siap melaksanakan tugas tersebut jika dibutuhkan kapan-kapan," imbuhnya.(deva)
