• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Menyikap tabir Kasus korupsi Hambalang Proyek Bagi-Bagi Duit

    Last Updated 2012-05-28T20:15:00Z


    Satelit9.com.-Kompleks olahraga Hambalang selama ini sudah menjadi kontroversi, karena sarat dengan balm korupsi. kompleks itu hanya menjadi alat pembenaran bagi upaya untuk menggerogoti keuangan negara. Tidak tanggung-tanggung triliun rupiah korupsi yang terjadi pada pembangunan proyek tersebut.
    Kasus korupsi kompleks olahraga Hambalang muncul ketika bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersandung kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI. Tidak mau menjadi korban sendiri dari kasus korupsi, Nazaruddin mengungkap adanya kasus korupsi yang lebih besar yaitu Hambalang.
    Beberapa nama besar disebut Nazaruddin terlibat dalam kasus korupsi Hambalang. Antara lain disebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang kementeriannya menjadi pemilik proyek, dan beberapa anggota DPR dari Partai Demokrat.
    Amblesnya beberapa struktur kompeks olahraga Hambalang semakin menguatkan dugaan adanya praktik korupsi. Pengerjaan proyek dengan penggelembungan secara besar-besar, jelas bisa menurunkan kualitas dari bangunan.
    Komisi Pemberantasan Korupsi memang sedang mencoba mengungkap kasus tersebut. Beberapa temuan awal memang menunjukkan banyak kejanggalan. Seperti banyak perusahaan yang mendapatkan jatah pengerjaan proyek dan perusahaan itu dimiliki oleh keluarga petinggi Partai Demokrat.
    Ironi yang kita lihat dari kasus Hambalang ini adalah betapa berbedanya maksud tujuan pembangunan kompleks olahraga itu dengan tujuan pembinaan olahraga dan generasi muda yang ingin dicapai. Proyek Hambalang tidak ada kaitannya dengan upaya memperbaiki prestasi olahraga Indonesia. Itu murni proyek untuk mencari uang.
    Sementara induk-induk olahraga kembang-kempis membiayai pembinaan olahraga, justru anggaran pendapatan dan belanja negara yang seharusnya dipakai untuk pembinaan olahraga justru dikorupsi habis-habisan. Dengan kondisi seperti itu bagaimana lalu kita bisa berharap adanya peningkatan prestasi olahraga nasional.
    Yang kita sedihkan adalah kuatnya niat untuk merusak bangsa dan negara ini. Mengapa tidak pernah terbersit niatan mulia untuk memberikan sesuatu kepada bangsa dan negara. Mengapa ketika sedang berada dalam kekuasaan yang lebih menonjol justru kerakusannya.
    Kerakusan membuat orang menjadi gelap mata. Kerakusan membuat orang selalu merasa tidak cukup. Ketakutan untuk tidak cukup membuat banyak orang lalu menghalalkan segala cara. Mereka tidak peduli ketika harus merugikan orang lain.
    Amblesnya beberapa bagian dari Kompleks Olahraga Hambalang tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan struktur bangunan saja.Wartawan yang berupaya meliput kondisi terkini di lokasi tidak diperbolehkan masuk ke dalam area pembangunan. Harus diungkap lebih dalam, karena bisa jadi ada kaitannya dengan kasus korupsi.PT Adhi Karya dan Wijaya Karya, rekanan proyek Hambalang, mengklaim menderita kerugian sampai Rp 14 miliar akibat peristiwa itu. "Kami sudah mengajukan klaim asuransi senilai Rp 14 miliar kepada penggarap dua gedung tersebut. kata Direktur Utama PT Adhi Karya. Jangan sampai ada malapetaka yang terjadi di kemudian hari, karena bangunan yang tidak sesuai standar. Tidak boleh ada atlet yang jadi korban dari pembangunan Hambalang karena terlalu banyak korupsinya.
    Komentar
    • Menyikap tabir Kasus korupsi Hambalang Proyek Bagi-Bagi Duit

    Terkini

    Topic Popular