Satelit9.com,Kabul-Sebuah bom mobil meledak di luar kompleks perumahan warga Barat di Kabul pada Rabu (2/5), beberapa jam setelah Presiden Barack Obama menandatangani pakta keamanan selama kunjungan singkatnya ke kota yang masih rawan bahaya tersebut.
Pemberontak Taliban mengklaim tanggung jawab atas serangan bunuh diri di wilayah timur Kabul yang menewaskan setidaknya enam orang, seorang penjaga Gurkha dan lima pejalan kaki, dan melukai 17 orang. Seorang gadis kecil ada di antara korban tewas.
Taliban menyatakan ledakan tersebut sebagai respons atas kunjungan Obama dan terhadap perjanjian kerjasama strategis jangka panjang yang ditandatangani Obama dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Pakta ini mengatur peran jangka panjang AS setelah sebagian besar pasukan tempur asing meninggalkan Afghanistan hingga akhir 2014.
Kunjungan Obama terjadi setahun setelah pasukan khusus AS membunuh pemimpin Al Qaeda, Osama bin Lade, arsitek serangan 11 September 2001 dalam serbuan yang terjadi di kawasan perumahan di Pakistan.
Dalam sebuah siaran televisi yang ditujukan bagi warga AS dari sebuah markas di kawasan utara Kabul, Obama mengatakan perang di Afghanistan mulai mereda. “Perang masa kini dimulai di Afghanistan dan di sinilah tempat untuk berakhir,” ujar Obama. Hampir 3000 pasukan AS dan NATO telah terbunuh di Afghanistan sejak pemerintah Taliban digulingkan pada 2001.
Taliban yang digulingkan oleh pasukan Afghanistan dengan dukungan AS, dengan segera mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Green Village, satu dari beberapa kompleks perumahan yang dihuni warga asing (Barat) yang terletak di jalanan utama yang mengarah ke arah timur.
“Serangan ini untuk menjelaskan reaksi kami terhadap perjalanan Obama ke Afghanistan. Pesannya adalah, ketimbang menandatangani perjanjian dengan Afghanistan, Obama seharusnya berpikir tentang mengeluarkan pasukannya keluar dari Afghanistan untuk membangun negaranya,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Ratusan polisi dan pasukan agen intelijen mengelilingi breadth di sekitar Green Village setelah serangan itu. Reruntuhan mobil terlihat di depan gerbang kompleks namun pihak petugas mengatakan tidak ada penyerang yang berhasil memasuki kompleks yang dijaga ketat.
Seorang juru bicara koalisi yang dipimpin NATO mengatakan bahwa serangan telah dilumpuhkan. Saksi dari warga Barat yang berada di dalam kompleks menyatakan bahwa pasukan Afghanistan membunuh penyerang, dengan arahan dari pasukan khusus Norwegia. (Reuters/Deva/kevin)
Pemberontak Taliban mengklaim tanggung jawab atas serangan bunuh diri di wilayah timur Kabul yang menewaskan setidaknya enam orang, seorang penjaga Gurkha dan lima pejalan kaki, dan melukai 17 orang. Seorang gadis kecil ada di antara korban tewas.
Taliban menyatakan ledakan tersebut sebagai respons atas kunjungan Obama dan terhadap perjanjian kerjasama strategis jangka panjang yang ditandatangani Obama dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Pakta ini mengatur peran jangka panjang AS setelah sebagian besar pasukan tempur asing meninggalkan Afghanistan hingga akhir 2014.
Kunjungan Obama terjadi setahun setelah pasukan khusus AS membunuh pemimpin Al Qaeda, Osama bin Lade, arsitek serangan 11 September 2001 dalam serbuan yang terjadi di kawasan perumahan di Pakistan.
Dalam sebuah siaran televisi yang ditujukan bagi warga AS dari sebuah markas di kawasan utara Kabul, Obama mengatakan perang di Afghanistan mulai mereda. “Perang masa kini dimulai di Afghanistan dan di sinilah tempat untuk berakhir,” ujar Obama. Hampir 3000 pasukan AS dan NATO telah terbunuh di Afghanistan sejak pemerintah Taliban digulingkan pada 2001.
Taliban yang digulingkan oleh pasukan Afghanistan dengan dukungan AS, dengan segera mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Green Village, satu dari beberapa kompleks perumahan yang dihuni warga asing (Barat) yang terletak di jalanan utama yang mengarah ke arah timur.
“Serangan ini untuk menjelaskan reaksi kami terhadap perjalanan Obama ke Afghanistan. Pesannya adalah, ketimbang menandatangani perjanjian dengan Afghanistan, Obama seharusnya berpikir tentang mengeluarkan pasukannya keluar dari Afghanistan untuk membangun negaranya,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Ratusan polisi dan pasukan agen intelijen mengelilingi breadth di sekitar Green Village setelah serangan itu. Reruntuhan mobil terlihat di depan gerbang kompleks namun pihak petugas mengatakan tidak ada penyerang yang berhasil memasuki kompleks yang dijaga ketat.
Seorang juru bicara koalisi yang dipimpin NATO mengatakan bahwa serangan telah dilumpuhkan. Saksi dari warga Barat yang berada di dalam kompleks menyatakan bahwa pasukan Afghanistan membunuh penyerang, dengan arahan dari pasukan khusus Norwegia. (Reuters/Deva/kevin)
