Satelit9.com,Jakarta-Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur yang juga anggota DPRD DKI Jakarta, William Yani, mengatakan penyebaran poster black campaign terhadap bakal calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dilakukan sejak Kamis (3/5) malam. Kader PDIP dikatakan sedang memburu penyebar selebaran 'hitam' tersebut."Sebenarnya, Kamis Malam sudah ada indikasi penyebaran poster black campaign terhadap Pak Jokowi di beberapa wilayah Jakarta Timur. Kemudian, Jumat (4/5) malam sebagian besar wilayah Jakarta Timur sudah terpasang poster dan stiker yang menyudutkan Pak Jokowi sebagai Cagub DKI Jakarta," kata Willy, panggilan William, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Minggu (6/5).
Ia mengatakan data yang dibeberkan melalui poster dan selebaran tersebut tidak akurat dan tidak valid. Selebaran gelap tersebut bertuliskan 'Tolak Jokowi, Tolak Pemimpin Haus Kekuasaan dan Tidak Amanah.'
Pihak pengedar juga menuliskan serangkaian alasan mengapa Jokowi harus ditolak di DKI. Di antaranya, kota Solo adalah kota korupsi terbesar ke-4 di Jawa Tengah. Angka kemiskinan di Solo selalu meningkat. Berdasarkan data pada 2009, orang miskin sebanyak 107.000 jiwa dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 130.000 jiwa.
Solo juga pernah dilanda banjir bahkan Januari 2012 kediaman keluarga Jokowi dilanda banjir.
Willy mengatakan hampir bersamaan di kota Solo terjadi bentrokan antarwarga. Insiden yang sebenarnya biasa terjadi di Jakarta dalam kurum waktu yang lama.
"Hanya saja kasus di Solo sepertinya di-blow up oleh beberapa media dan cenderung digunakan untuk menyudutkan Pak Jokowi," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan ditemukannya selebaran gelap di berbagai wilayah di DKI Jakarta, partai pengusung Jokowi, PDIP akan menurunkan pasukannya.
"Setelah melihat Pemilu Kada DKI 2012 sudah tidak sehat, seluruh pengurus, satgas dan kader PDI Perjuangan sudah siaga 2 untuk mengawasi pelaksanaan pemilu kada. Dan bila pemasang poster black campaign tertangkap akan diserahkan kepada pihak berwajib untuk mengetahui siapa dalang dari pemasang poster tersebut," ujarnya.
Willy berharap tidak ada pihak-pihak tertentu yang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan bakal cagub lainnya untuk mendapatkan keuntungan sesaat.(col/sbk)