Satelit9.com,Banjarmasin-Kenaikan tarif baru jasa terminal untuk kegiatan kendaraan dan alat berat secara Ro-Ro di lingkungan pelabuhan cabang Banjarmasin sebesar 63,2 persen yang mulai aktif diberlakukan pada awal bulan Mei 2012 ini sangatlah memberatkan pengusaha, khususnya bagi para pengusaha penyedia jasa ekspedisi.‘’Kebijakan dari Pelindo III yang tertuang pada surat edaran nomer SE.20/HM.03./BJM-2012 ini saya rasa sungguhlah tidak tepat. Mengingat dari sisi fasilitas Pelabuhan yang ada sekarang saja, sungguh sangat mengecewakan. Harusnya perbaiki dululah, tingkatkan kualitasnya, baru bicara kenaikan tarif. Kalau masih seperti ini keadaannya tentu kenaikan ini sangat kami sesalkan,’’ papar Saut Nathan Samosir, Owner Lintas Jawa Group kepada MW kemarin ,Selasa(8/5).
Dikatakannya, sebenarnya dari pihak pengusaha sendiri tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan tersebut. Cuma haruslah disesuaikan dengan fasilitas penunjang yang di dapat dilapangan.
‘’Coba lihat saja, seringnya truk yang amblas di pelabuhan merupakan gambaran betapa buruknya fasilitas Pelabuhan kita. Ini sungguh berbanding terbalik dengan tarif harga yang dinaikkan, kalau kita hitung, selisih kenaikannya mencapai Rp 113.000. Ini bukan nominal yang terbilang kecil,’’ bebernya.
‘’Seringnya truk amblas tersebut juga tak disikapi benar-benar oleh Pelindo III dengan menyediakan alat angkut untuk menarik. Terpaksa kami pun harus menggunakan para buruh yang bayarannya tentu tak sedikit, ini juga saya sangat sesalkan,’’ imbuhnya.
Samosir pun berharap, kenaikan tarif baru jasa terminal ini diharapkannya dapat disesuaikan dengan fasilitas yang layak bagi para pengusaha ekspedisi, khususnya dalam hal infrastruktur maupun peralatan alat berat lainnya agar arus bongkar muat dapat berjalan lancar.
‘’Kita harapkanlah, Pelindo III dapat segera memperbaiki kekurangan infrastrukturnya agar arus bongkar muat dapat berjalan lancar. Karena kalau boleh kita bandingkan Pelabuhan kita dengan Pelabuhan Tanjung Perak, sungguh pelabuhan kita masih kalah jauh baik dalam hal infrastruktur maupun segala fasilitasnya,’’ pungkasnya (arief/Arblogers)