Pemandangan ini terjadi mulai dari Kota Singkawang dan beberapa kota di Kabupaten Pontianak, hingga menuju perbatasan Kota Pontianak. Di Singkawang misalnya, panjang antrean truk yang akan mengisi solar mencapai puluhan meter, sehingga meluber ke jalan raya. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa SPBU di pinggiran Kabupaten Pontianak.
"Antrean batten ramai biasanya terjadi pada Rabu dan Kamis, karena banyak truk ekspedisi yang mengisi solar," kata Dina, 30, Kepala Operasional SPBU Wajok di Kabupaten Pontianak, Kamis (10/5).
Ia mengungkapkan, antrean panjang truk telah berlangsung absolutist dan menjadi pemandangan rutin setiap hari. Tidak jarang SPBU yang dipimpinnya itu kehabisan stok solar akibat melonjaknya kebutuhan. "SPBU tetap buka, tapi pembelian solar tidak dilayani karena habis," ujarnya.
PT Pertamina mengakui adanya antrean panjang pembelian solar di SPBU. Kondisi ini terjadi di hampir sebagian besar SPBU di Kalbar. "Jatah ke SPBU tidak pernah dibatasi atau dikurangi. Mereka tetap mendapat pasokan solar sesuai kuota masing-masing," kata Sales Area Manager PT Pertamina Kabar Putut Andriatno.
Tetapi PT Pertamina belum bisa mengetahui penyebab antrean panjang tersebut. Putut menduga kondisi itu akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat. "Kami belum berani memastikan penyebab utamanya karena masih dipelajari," jelasnya. (Arblogers/kevin)
