Satelit9.com,Jakarta-Empat kapal perang (KRI) jenis "Landing Ship Tank" di bawah pembinaan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) telah purna masa penugasannya sehingga dihapus dari jajaran alutsista milik TNI-AL.Berakhirnya masa penugasan empat KRI, yakni KRI Teluk Langsa-501, KRI-Teluk Kau-504, KRI Teluk Tomini-508, dan KRI Teluk Saleh-501 itu ditandai dengan upacara penurunan ular-ular perang dan penurunan lencana perang dan bendera Merah Putih yang dipimpin Panglima Kolinlamil Laksamana Muda SM Darojatim di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini.
KRI Teluk Langsa-501, KRI-Teluk Kau-504, dan KRI Teluk Tomini-508 sehari-harinya di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlanmil) di Jakarta. Sedangkan, KRI Teluk Saleh-501 berada dalam pembinaan Satlanmil Surabaya.
Panglima Kolinlamil mengatakan, upacara penurunan ular-ular perang ini menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian empat KRI eks-Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai unsur kekuatan TNI-AL.
Menurut dia, sepanjang pengabdiannya keempat KRI itu telah berjasa bagi bangsa dan negara dalam tugas operasi, baik dalam tugas operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
"Keempat KRI ini telah jauh melebihi batas usia pakainya. Empat KRI tersebut telah menjalani proses perpanjangan pemakaian beberapa kali, ada ganti mesin dan lainnya. Usia pakainya mencapai 60 tahunan, padahal ideal pemakaian kapal perang maksimal 30 tahun," katanya seraya mengatakan anak buah kapal sangat baik dalam merawat kapal, sehingga dapat menghemat keuangan negara.
Dengan dipensiunkannya empat KRI itu, kekuatan alutsista TNI-AL berkurang. Namun, lanjut dia, diharapkan pada 2012 sudah ada penggantinya.
"Kita tidak tahu kapal yang akan disiapkan dari mana," katanya, seraya menyebutkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada komando atas terhadap empat kapal yang dipensiunkan itu dan penggantinya.
KRI Teluk Angsa-501, KRI Teluk Kau, dan KRI Teluk Tomini-508 merupakan eks kapal perang Amerika yang diserahkan kepada pemerintah RI pada 1960. Sementara itu, KRI Teluk Saleh-501 diserahkan pada 1970, yang kemudian diresmikan menjadi kapal perang RI.
Keempat KRI itu telah banyak melaksanakan operasi militer perang, dengan mendukung pergeseran TNI, di antaranya operasi Dwikora, operasi Trikora dan operasi Seroja.
Dalam melaksanakan operasi militer selain perang, keempat KRI itu telah melaksanakan operasi bhakti, operasi SAR, operasi pengamanan pulau-pulau terluar maupun pengamanan daerah rawan Maluku dan lainnya.(deva/col)