Satelit9.com,Moskow-Upacara pelantikan Presiden Rusia Vladimir Putin diwarnai aksi bentrok antar demonstran dan polisi Moskow. Bentrok antar demonstran dengan petugas kepolisian pecah ketika masa yang dipimpin Sergei Udaltsov dilarang berjalan ke Kremlin.
Mereka hendak memprotes kemenangan Putin dalam Pemilu Presiden yang diselenggarakan 4 Maret lalu. Aksi demonstrasi 8.000 pengunjuk rasa digelar sejak digelar sejak Minggu malam.
Seperti diberitakan dalam Ria novosti, Senin (7/5/2012) para pengunjuk rasa menyerang petugas kepolisian dengan menggunakan botol dan batu. Sebanyak 29 orang petugas dilaporkan mengalami luka serius, mereka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sejumlah pengunjuk rasa juga mengalami cedera serius.
Lembaga pers kepolisian mengatakan, pihak kepolisian Rusia berhasil menahan 435 orang dalam kerusuhan ini. Sebagian besar dari mereka yang ditahan telah dibebaskan. Mereka juga diperintahkan untuk membayar denda administratif. Beberapa yang kedapatan menyerang petugas dengan sengaja menghadapi kemungkinan penjara 10 tahun.
Di antara mereka yang tertanggkap terdapat pemimpin gerakan Front Kiri, Sergei Udaltsov, aktifis anti korupsi Alexei Navalny, dan pemimpin kelompok oposisi dan era deputi perdana menteri Yeltsin, Boris Nemtsov.
Sebelumnya Putin telah duakali menjalani periode masa jabatan untuk periode jabatan masing-masing selama empat tahun. Sementara itu, untuk periode jabatan yang ketiga putin akan menjalani masa jabatan selama enam tahun.
Sementara itu, upacara pelantikan Putin terus berlanjut di tiga ruangan di Kremlin. Upacara pelantikan dihadiri 3.000 tamu dari kalangan wakil negara, menteri, administrator presiden, gubernur, tokoh budaya, para ilmuwan politik, perwakilan media, dan diplomat. Untuk biaya pelantikan putin pemerintah merogoh kas hingga 26 juta rubel (USD 878,400) atau sekitar Rp 8,01 miliar (USD 1=9200).(sbk/col)
