Satelit9.com,Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga ternyata mengusulkan agar anggaran proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, naik hingga Rp2,5 triliun. Usulan ini diajukan pada 2010.Hal tersebut terungkap dalam surat jawaban dari Kemenpora atas permintaan Komisi X DPR. Surat tersebut dikirimkan oleh Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharram pada 2010.
Dalam surat itu, Kemenpora menyampaikan rincian usulan penambahan anggaran sebesar Rp1.535,835 miliar untuk kegiatan prioritas yang belum terakomidir dalam DIPA Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2010.
Dana itu diperuntukkan persiapan pelaksaan SEA Games dan ASEAN Para Games tahun 2011 sebesar Rp550 miliar. Sebanyak Rp50 miliar digunakan untuk persiapan, Rp200 miliar untuk renovasi venues, Rp200 miliar untuk pengadaan sarana dan peralatan pertandingan, serta Rp100 miliar untuk pembinaan kontingen.
"Usulan ini merupakan tindak lanjut permohonan kami kepada Kementerian Keuangan melalui surat Nomor 3032B/Menpora/8/2009 tanggal 27 Agustus 2009," tulis Wafid.
Selain untuk SEA Games, Kemenpora juga menjelaskan penambahan anggaran yang masuk dalam APBN-P 2010 itu juga untuk lanjutan pembangunan tahap I pusat olahraga Hambalang. Kemenpora meminta tambahan Rp625 miliar.
"Mengingat dalam DIPA Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2010 baru tersedia Rp125 miliar. Dapat kami informasikan bahwa usulan ini merupakan bagian dari rencana pembangungan Pusat Pembinaan Prestasi Olahraga Nasional tersebut secara keseluruhan memerlukan dana sebasar Rp2,5 triliun."
Anggaran tambahan itu juga untuk kegiatan olahraga pendidikan nasional dan daerah sebesar Rp360,825 miliar.
Kirim Memo
Sementara itu mantan Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Golkar, Rully Chairul Azwar, menjelaskan, sebelum terbitnya surat jawaban Kemenpora, Komisi X DPR mengirimkan announcement kepada mitra kerja.
"Kami meminta supaya Kemenpora, Kemendiknas, PNRI, menjelaskan usulan affairs kerja masing-masing satker yang akan menjadi bahan awal pembahasan RAPBN-P tahun anggaran 2010 sebelum tanggal 25 Januari 2010. Surat berkop DPR tersebut saya yang teken," kata Rully di Jakarta , Kamis (7/6) beberapa saat yang lalu.
Menurut Rully, surat yang dikirimkannya itu kemudian dibalas oleh kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi X. Termasuk Kemenpora. "Jadi kami tahu soal ada usulan Rp2,5 triliun itu, tapi sampai saat ini belum pernah dibahas. Kami hanya membahas mengenai anggaran Rp625 miliar itu saja," ujarnya.
Rully menjelaskan, sampai saat ini Komisi X juga belum menerima rincian dari anggaran Rp2,5 triliun untuk proyek Hambalang itu. "Belum pernah dibahas di Komisi X," ujarnya.
Proyek Hambalang menjadi perhatian publik. Karena proyek raksasa itu kerap disebut mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin. Bahkan Kamis 24 Mei lalu, Menpora Andi Mallarangeng diperiksa 10 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait proyek Hambalang.
Namun, di tengah pembangunan dan pengusutan KPK, dua bangunan di proyek itu rubuh. Tanah yang berada di bawahnya ambles.(@cool)