Satelit9.com,Bogor- Hampir selama tiga pekan kawasan Gunung Salak “diacak-acak’ oleh tim SAR dan relawan dalam mencari korban kecelakana pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh 9 Mei lalu. Dan mulai Senin (4/6) ditutup sementara bagi jalur pendakian. Penutupan ini guna mempercepat proses rehabilitasi hutan di kawasan konservasi ini.
“Jalur pendakian kami tutup sementara untuk umum, sebab kita akan lakukan rehabilitasi di kawasan konservasi ini, agar semua tumbuhan yang rusak saat evakuasi Sukhoi dapat tumbuh kembali,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Agus Priambudi,Kepada Satelit9.com Minggu(3/6).
Dia mengatakan, penutupan jalur pendakian dilakukan guna menyelamatkan kawasan konservasi di kawasan tersebut. Penutupan dilakukan dengan melibatkan polisi hutan, masyarakat dan polisi setempat yang berjaga di setiap pintu awal jalur pendakian, seperti di Cimelati, Pasir Pogor, Cijeruk dan jalur lainya.
Pasca operasi dan evakuasi korban Sukhoi, pihaknya melakukan evaluasi dan pembersihan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. “Selain menemukan sisa-sisa puing pesawat dan jenazah korban, kami juga mendata jumlah pohon yan rusak maupun ditebang selama proses evakuasi. Ada sekitar 100 pohon yang ditebang,” katanya.
Mengingat pohon-pohon itu merupakan jenis asli Gunung Salak, maka pihanya segera merehabilitasinya. “Rencananya dalam waktu dekat ini akan kembali kita tanam bekerjasama dengan TNI, Polri, masyarakat dan pencinta alam,” katanya,
Untuk lokasi tebing yang dihantam pesawat Sukhoi, terpaksa dilakukan rehabiltasi secara alami lantaran lokasinya sulit dan terjal. “Begitu pula jalur pelintasan yang dibuat baru oleh tim SAR, kita biarakan scera alami,” katanya.(deva)
