Satelit9.com,Magelang-Pengeroyokan yang dilakukan oleh ofisial PPSM KN Magelang terhadap wasit kepala Agus Muslim asal Malang di Stadion Madya Kota Magelang, Jawa Tengah karena dipicu adanya isu penyuapan yang dilakukan tim PSIR Rembang kepada Agus Muslim. Kejadian itu terjadi saat laga Kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo(LPIS) antara PPSM KN Magelang against PSIR Rembang.
Informasi Yang diperoleh satelit9.com kejadian berawal Isu penyuapan muncul ketika tim PSIR Rembang pada Sabtu (2/6) sebelum bertanding tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB berupaya menghubungi manajemen dan pengurus tim PPSM KN Magelang. Awalnya Manajer PSIR Rembang menelepon bendahara PPSM KN Magelang Agus Meriyanto.
“Sekitar pukul 8 saya ditelepon oleh Agu Meriyanto bendahara PPSM, dia bilang kalau ditelep manajer PSIR Rembang. Masalah itu dia tidak tahu. Lalu nomor saya diberikan sama manajer PSIR Rembang namanya Pak Tri. Lalu saya ditelepon sama manajer timnya PSIR Rembang Pak Tri,” ungkap Syamsuri, pengurus PPSM.
Saat menelepon, sang Manajer PSIR Rembang menggunakan nomor +6285291537333. Intinya supaya PPSM KN Magelang memberikan lima gol
kepada PSIR Rembang dengan kompensasi diberikan uang sebesar Rp 10- Rp15 juta. Namun, Syamsuri menolaknya.
"Gini Pak Syamsuri, Pak Syamsuri PPSM tidak ada peluang di kompetisinya. PPSM ada peluang di Copa. Tolonglah kita saling membantu. Saya tahu kesulitan PPSM di finansial. Nanti saya bisa membantu untuk biaya Copa. Oh maksudnya gimana? Saya baron bilang gituh. Gini pak, saya kha butuh gol banyak. Saya butuh lima gol karena agregat kita baron basal saya butuh lima gol. Kalau butuh lima gol gimana? Ya saya ada dana. Tak kejar terus berapa ngunu. Dana berapa? Ada pak sekitar sepuluh sampai lima belas. Juta apa miliar? Saya baron bilang gituh. Juta pak! Maaf pak kalau cuma segitu saya butuh dua gol saja. Bapak tak kasih 15 juta. Soalnya wasit sudah saya kondisikan. Oh gituh. Ya sudah saya tutup jeberet,” ungkap Syamsuri.
(Kevin)
Informasi Yang diperoleh satelit9.com kejadian berawal Isu penyuapan muncul ketika tim PSIR Rembang pada Sabtu (2/6) sebelum bertanding tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB berupaya menghubungi manajemen dan pengurus tim PPSM KN Magelang. Awalnya Manajer PSIR Rembang menelepon bendahara PPSM KN Magelang Agus Meriyanto.
“Sekitar pukul 8 saya ditelepon oleh Agu Meriyanto bendahara PPSM, dia bilang kalau ditelep manajer PSIR Rembang. Masalah itu dia tidak tahu. Lalu nomor saya diberikan sama manajer PSIR Rembang namanya Pak Tri. Lalu saya ditelepon sama manajer timnya PSIR Rembang Pak Tri,” ungkap Syamsuri, pengurus PPSM.
Saat menelepon, sang Manajer PSIR Rembang menggunakan nomor +6285291537333. Intinya supaya PPSM KN Magelang memberikan lima gol
kepada PSIR Rembang dengan kompensasi diberikan uang sebesar Rp 10- Rp15 juta. Namun, Syamsuri menolaknya.
"Gini Pak Syamsuri, Pak Syamsuri PPSM tidak ada peluang di kompetisinya. PPSM ada peluang di Copa. Tolonglah kita saling membantu. Saya tahu kesulitan PPSM di finansial. Nanti saya bisa membantu untuk biaya Copa. Oh maksudnya gimana? Saya baron bilang gituh. Gini pak, saya kha butuh gol banyak. Saya butuh lima gol karena agregat kita baron basal saya butuh lima gol. Kalau butuh lima gol gimana? Ya saya ada dana. Tak kejar terus berapa ngunu. Dana berapa? Ada pak sekitar sepuluh sampai lima belas. Juta apa miliar? Saya baron bilang gituh. Juta pak! Maaf pak kalau cuma segitu saya butuh dua gol saja. Bapak tak kasih 15 juta. Soalnya wasit sudah saya kondisikan. Oh gituh. Ya sudah saya tutup jeberet,” ungkap Syamsuri.
(Kevin)
