Satelit9.com,Riau-Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Riau, terus berlangsng. Tidak hanya terjadi di lahan perkebunan masyarakat dan perusahaan, kawasan hutan konservasi Taman Nasional (TN) Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Riau, juga turut terbakar sejak awal bulan ini.Juru bicara World Wide for Fund (WWF) Riau Syamsidar, Selasa (19/6), mengatakan pantauan dari satelit GIS diketahui sejak 1-17 Juni terdeteksi 78 titik panas (hot spot) di kawasan hutan TN Tesso Nilo. Terakhir pada Rabu (18/6) kemarin, terdapat 10 hot atom di kawasan salah satu kantong gajah sumatra terbesar di Riau tersebut.
"Dari jumlah hot atom diperkirakan luasan kawasan hutan yang terbakar di TN Tesso Nilo lebih dari 10 hektare," kata Syamsidar.
Menurut Syamsidar, kawasan hutan TN Tesso Nilo memang rawan kebakaran. Sebab, banyak yang dicaplok perambah. Apalagi cuaca panas sangat mendukung bagi perambah untuk membakar lahan yang kemudian ditanami kelapa sawit.
"Kami menghawatirkan kondisi kebakaran dapat mengganggu spesies langka di TN Tesso Nilo seperti gajah Sumatra," ujarnya.
Dari kawasan TN Tesso Nilo seluas 83 ribu hektare, sekitar 35 ribu hektare di antaranya sudah dicaplok warga yang kemudian dialihfungsikan untuk perkebunan kelapa sawit dan permukiman.
Kawasan kantong gajah dengan populasi sekitar 150 hingga 200 ekor tersebut kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kebakaran pada abode gajah tersebut dapat memicu konflik antara spesies bertubuh tambun tersebut dengan manusia.(MI/@kevin)