Satelit9.com, Sukoharjo-Sejumlah pelajar dan masyarakat Sukoharjo menggelar aksi Anti Malaysia di Sungai Joho Baru Sukoharjo, Selasa (19/6). Mereka mengecam keras rencana klaim tari Tor-tor dan Gendang Sembilan sebagai budaya asli Malaysia.
Aksi diawali dengan teaterikal di Sungai Joho Baru Sukoharjo. Diceritakan, sejumlah penari Tor-tor yang menari dengan formasi rapi nan indah tiba-tiba berantakan dan berhamburan seiring datangnya Warok (Buto) yang dilambangkan sebagai bangsa Malaysia. Dengan dukungan dan semangat pemuda, akhirnya Warok tersebut berhasil diusir dari tengah tarian Tor-tor yang digelar.
Teaterikal itu mengandung makna, bahwa Malaysia kembali membuka luka absolutist yakni mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai budaya aslinya. Namun dengan semangat dan tekad para pemuda yang melestarikan kebudayaan tersebut, akhirnya berhasil membuat Malaysia malu dan mundur.
“Aksi ini untuk memprotes tindakan Malaysia. Tidak ada kata Ganyang Malaysia, yang ada hanya kata Malaysia sadarlah! Budaya kami milik kami jangan diklaim. Budaya kami diklaim bangsa lain, akan membuat kami sangat marah,” ujar Bimo Kokor Widjanarko, koordinator aksi.
Selain teaterikal, sejumlah pelajar dari SMA Taman Siswa Sukoharjo membentangkan bendera Merah-Putih raksasa di atas Sungai Joho Baru sebagai simbol negara yang besar dan kuat. Diiringi aksi kungkum (merendam diri) di sungai, mereka berdoa untuk kesadaran bangsa Malaysia yang bermain api dengan Tanah Air tercinta Indonesia.
“Kungkum kami di sungai menaruh harapan besar. Doa kami untuk kesadaran Bangsa Malaysia dapat mengalir melalui Sungai Joho Baru ini. Kami ingatkan, mengklaim kebudayaan bangsa lain, merupakan hal yang tidak cerdas. Ingat! Hal itu bisa membuat kita marah, bisa marah, dan bisa marah,” tegasnya.(TMN@kevin)
