Satelit9.com, Jakarta - Judi toto gelap (togel) marak di permukiman bukti perekonomian sebagian besar rakyat terpuruk. Demi menafkahi keluarga, kepala keluarga terpaksa memilih jalan pintas melalui judi togel.“Pemerintahan SBY harus mawas diri. Fakta di lapangan, rakyat semakin sulit menghidupi keluarga. Ekonomi mereka banyak yang kembang-kempis, sehingga untuk memenuhi kebutuhan terpaksa pasang togel,” kata Musni Umar, sosiolog, Minggu(3/6) kepada satelit9.com.
Merebaknya togel di perkampungan mutlak harus menjadi bahan evaluasi kebijakan pemerintah. Judi togel bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, tetapi mengindikasikan frustasinya masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang layak.
“Warga berspekulasi dengan berjudi. Melalui mimpi-mimpi memperoleh uang dengan mudah dengan memasang judi togel ini. Meski mereka sebenarnya juga mengetahui bahwa peluang untuk memperoleh uang melalui jalur ini sedikit,” ujar Musni.
Musni menambahkan, masalah judi memang tidak terlepas dari masalah ekonomi masyarakat. Kebanyakan dari mereka yang kerap memasang togel adalah pengangguran dan tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dengan membayar uang relatif murah bekisar Rp 1.000 hingga Rp 5.000, kelompok warga tersebut diberikan iming-iming memperoleh uang berlipat-lipat.
Bagai bola salju, fenomena sosial ini terus berkembang. Seiring makin ‘ambruknya’ ekonomi masyarakat dan bertambahnya pengangguran.
Melihat kenyataan ini, selain penegakkan hukum, pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan. Untuk hal satu ini tidak mesti melalui sektor formal, namun dapat dilakukan dengan mengembangkan berbagai usaha kecil menengah (UKM). Dengan demikian ekonomi masyarakat bisa berdaya.
CONTOH DKI
Sosiolog Universitas Islam Negeri Syariff Hidayatullah memberikan contoh apa yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Salah satunya dengan membatasi pendirian minimarket di pemukiman warga.
Hal ini terlihat sepele namun memiliki dampak sosial yang cukup luas. Melalui kebijakan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Di antaranya dengan membuat warung kelontong dan usaha lainnya(sbk)