• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Penderita HIV/AIDS di Jakarta Timur mencapai 603 kasus

    Last Updated 2012-06-04T15:38:06Z

    Satelit9.com,Jakarta-Sekretaris Kota Jakarta Timur Husein Murad mengungkapkan padatnya jumlah penduduk, ternyata berdampak terhadap penyebaran kasus HIV dan AIDS di Jakarta Timur.
    Setidaknya, pada tahun 2011, terdeteksi kasus baru penderita HIV/AIDS di Jakarta Timur mencapai 603 kasus. Terdiri dari 219 kasus HIV dan 383 kasus AIDS.
    Hal itu diungkapkan Husein saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Affairs Penanggulangan HIV/AIDS KPAK Jakarta Timur, di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (4/6)
    Ia mengajak seluruh pihak ikut terlibat dalam affairs penanggulangan HIV dan AIDS di wilayah Jakarta Timur. Dalam upaya penanggulangan penyakit mematikan tersebut, ia menegaskan bukan hanya tanggung jawab dari sektor kesehatan saja atau hanya ditangani oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jakarta Timur semata.
    “Masalah HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, karena yang tercatat hanya sebagian kecil dari jumlah yang sebenarnya. Bagian yang lebih besar biasanya tersembunyi dan tidak diketahui jumlahnya,” kata Husein.
    Menurut Husein, berdasarkan abstracts statistik 2011, jumlah penduduk Jakarta Timur telah mencapai 2.687.027 jiwa atau 621.876 Kepala Keluarga (KK). Dengan luas wilayah 187,75 km2 atau 28,37 persen luas wilayah DKI Jakarta, tingkat kepadatan penduduk di Jakarta Timur terbilang cukup tinggi yaitu 12.981 per km2.
    Sementara itu, Sekretaris KPAK Jakarta Timur Deddy Samsudi mengatakan, tujuan kegiatan Rakerwil KPAK Jakarta Timur ini adalah untuk menyusun abstract ususlan affairs kegiatan tahun 2013 yang mengakomodir usulan dari anggota KPAK Jakarta Timur, serta mitra kerja dalam rangka upaya penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta Timur.
    “Diharapkan melalui Rakerwil ini dapatlah tersusun abstract usulan rencana affairs penanggulangan HIV/AIDS yang bersifat komprehensif dan terpadu di Jakarta Timur untuk tahun 2013. Untuk bahan pembahasan pada saat Rakerda KPAP DKI Jakarta,” kata Deddy.
    Untuk peserta kegiatan sebanyak 70 orang anggota KPAK Jakarta Timur. Menurut Deddy meliputi unsur Polres Jakarta Timur, Kantor Kementerian Agama, Kecamatan, SKPD/UKPD terkait, Badan Narkotika Kota, Kepala Puskesmas Kecamatan dan kelurahan, TP PKK Jakarta Timur, serta mitra kerja seperti LSM, PMI, Pramuka, Rumah Sakit, Ikatan pengusaha Hotel dan Hiburan, Lapas dan Rutan di Jakarta Timur.
    Kabid Monev dan Pengembangan KPAP DKI Jakarta John Alubwaman, mengungkapkan, kasus HIV/AIDS di Jakarta Timur saat ini merupakan yang tertinggi di Provinsi DKI Jakarta. Dari 2.292 kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta, sebanyak 603 kasus berada di Jakarta Timur, disusul Jakarta Barat (532), Jakarta Pusat (439), Jakarta Utara (345), Jakarta Selatan (333) dan Kepulauan Seribu (1).
    “Kasus yang terdata ini merupakan hasil dari laporan yang masuk dari berbagai rumah sakit di Jakarta. Namun masalah ini bagai fenomena gunung es karena yang muncul atau yang tercatat hanya sebagain kecil dari jumlah sebenarnya,” ungkapnya.
    Ia menjelaskan. Upaya mengoptimalkan penanggulangan HIV/AIDS, telah diundangkan pada tanggal 22 Maret 2012 tentang penyempurnaan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 162 Tahun 2009 Tentang KPA Provinsi dan Kota/Kabupaten Administrasi menjadi Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2012.
    “Dalam Pergub yang baru dilakukan penyempurnaan. Antara lain, susunan organisasi kelembagaan diperkuat dengan jabatan Wakil Ketua Pelaksana yang dijabat Asisten Kesejahteraan Masyarakat,” jelasnya. (deva)
    Komentar
    • Penderita HIV/AIDS di Jakarta Timur mencapai 603 kasus

    Terkini

    Topic Popular