Satelit9.com,Jakarta-Direktorat Reserse Kriminal Umum, mengungkap kasus perjudian togel dengan omzet Rp 80 juta per hari. Tiga tersangka berinisial SB, SYT, dan YL diciduk di Sunter Paradise Timur Raya, F22/8B, Sunter, Jakarta Utara.
"Kami mengungkap tindak pidana perjudian togel, pada 6 Juni yang merupakan pengembangan hasil penangkapan beberapa bulan lalu. Ada tiga tersangka yang diamankan," ujar Kasubdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/6).
Dikatakan Helmy, peran masing-masing tersangka adalah sebagai agen atau pengepul rekapan angka serta uang dan mengirim uang itu ke rekening bandar besar berinisial JM dan AMG yang kini masih buron.
"SB berperan sebagai pengepul rekapan angka pasangan judi togel, sedangkan SYT dan YL membantu SB merekap angka pasangan judi togel yang diterima dari pengecer maupun pemain yang dikirim melalui faksimili atau SMS. Selanjutnya, rekapan angka dari para pengecer direkap kembali dan dikirimkan kepada JM dan AMG selaku bandar. Uang tunai juga ditransfer ke pihak bandar," tambahnya.
Helmy menyebutkan, tersangka SB mendapat komisi lima persen setiap periode sekitar Rp4 juta.
"Omzet yang diperoleh Rp 80 juta setiap periode. Tersangka SB mendapat jatah lima persen atau sekitar Rp 4 juta per periode. Sementara SYT dan YL mendapat gaji dari SB Rp 3 juta per bulan. Permainan judi dilakukan setiap Senin, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu," terangnya.
Terkait bagaimana cara permainan judi togel itu, Helmy menjelaskan, para pemain menebak angka pasangan judi yang terdiri dari dua angka, tiga angka dan empat angka.
"Setelah pemain menebak, kemudian ditulis dalam kupon judi togel kepada pengecer dan memberikan uang tunai sebagai taruhan (minimal Rp 1.000). Pemain dinyatakan menang, jika angka pasangannya sama dengan angka pengeluaran yang dikeluarkan pada jam 18.00 WIB (setiap hari). Jumlah hadiah bervariasi seperti dua angka 1:70, pasangan tiga angka 1:400, dan pasangan empat angka 1:3000," tandasnya.
Selain menciduk tiga tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa: tiga buah key BCA, 15 buah buku tahapan BCA, 15 buah kartu ATM BCA, dua buah buku tabungan Bank Mandiri, dua buah kartu ATM Bank Mandiri, 10 lembar kertas rekapan angka pasangan judi togel periode 6 Juni 2012, empat handphone, uang tunai Rp 300 ribu, satu agenda book, dan satu assemblage faksimili.
Para tersangka dapat dijerat Pasal 303 KUHP jo Undang-undang No.7 tahun 1974 tentang pemberantasan perjudian.(@cool)
"Kami mengungkap tindak pidana perjudian togel, pada 6 Juni yang merupakan pengembangan hasil penangkapan beberapa bulan lalu. Ada tiga tersangka yang diamankan," ujar Kasubdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (7/6).
Dikatakan Helmy, peran masing-masing tersangka adalah sebagai agen atau pengepul rekapan angka serta uang dan mengirim uang itu ke rekening bandar besar berinisial JM dan AMG yang kini masih buron.
"SB berperan sebagai pengepul rekapan angka pasangan judi togel, sedangkan SYT dan YL membantu SB merekap angka pasangan judi togel yang diterima dari pengecer maupun pemain yang dikirim melalui faksimili atau SMS. Selanjutnya, rekapan angka dari para pengecer direkap kembali dan dikirimkan kepada JM dan AMG selaku bandar. Uang tunai juga ditransfer ke pihak bandar," tambahnya.
Helmy menyebutkan, tersangka SB mendapat komisi lima persen setiap periode sekitar Rp4 juta.
"Omzet yang diperoleh Rp 80 juta setiap periode. Tersangka SB mendapat jatah lima persen atau sekitar Rp 4 juta per periode. Sementara SYT dan YL mendapat gaji dari SB Rp 3 juta per bulan. Permainan judi dilakukan setiap Senin, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu," terangnya.
Terkait bagaimana cara permainan judi togel itu, Helmy menjelaskan, para pemain menebak angka pasangan judi yang terdiri dari dua angka, tiga angka dan empat angka.
"Setelah pemain menebak, kemudian ditulis dalam kupon judi togel kepada pengecer dan memberikan uang tunai sebagai taruhan (minimal Rp 1.000). Pemain dinyatakan menang, jika angka pasangannya sama dengan angka pengeluaran yang dikeluarkan pada jam 18.00 WIB (setiap hari). Jumlah hadiah bervariasi seperti dua angka 1:70, pasangan tiga angka 1:400, dan pasangan empat angka 1:3000," tandasnya.
Selain menciduk tiga tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa: tiga buah key BCA, 15 buah buku tahapan BCA, 15 buah kartu ATM BCA, dua buah buku tabungan Bank Mandiri, dua buah kartu ATM Bank Mandiri, 10 lembar kertas rekapan angka pasangan judi togel periode 6 Juni 2012, empat handphone, uang tunai Rp 300 ribu, satu agenda book, dan satu assemblage faksimili.
Para tersangka dapat dijerat Pasal 303 KUHP jo Undang-undang No.7 tahun 1974 tentang pemberantasan perjudian.(@cool)
