Satelit9.com,Jakarta-Ibarat membabat pohon pisang, kelar, tunas tumbuh kemudian, itulah yang terjadi dalam pemberantasan narkoba di Kampung Ambon (Kompleks Permata) Cengkareg, Jakarta Barat. Setelah para bandar narkoba ‘tiarap’ sementara, polisi akhirnya bisa mengobrak-abrik restoran narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Jumat (1/6/). Delapan bandar dan 26 pemadat, tujuh di antaranya wanita, digelandang ke kantor polisi.
Selain meringkus bandar dan pemadat, petugas juga menyita 89 paket ganja, 6 gram shabu dan uang hasil transaksi Rp10 juta.
Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha, SH, memimpin 150 petugas gabungan dari polsek, polres dan Polda Metro Jaya. Keberhasilan tak lepas dari taktik operasi tertutup yang dilakukan polisi. Tak semua polisi berpakaian preman langsung menyergap.
Operasi dilakukan tertutup dengan masuknya sejumlah polisi memantau restoran narkoba yang menjadi sasaran. sebab selama ini sudah mafhum diketahui, dalam ambit satu kilometer dari luar kompleks perumahan, bandar narkoba memiliki mata-mata yang direkrut dari penduduk sekitar. Petugas menggerebek rumah itu, setelah dipastikan ada pemadat, petugas lain berpakaian dinas datang menyergap.
“Cara ini terbukti lebih efektif,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Drs Suntana.
Menurut kapolres, dari 34 tersangka yang ditangkap, dibekuk juga beberapa orang bandar dan kaki tangan mereka. “Ada bandar dan para penyelenggara kami tangkap, mereka masih didata dan akan diperiksa,” tambah kapolres lagi.
Razia digelar sekitar Pk. 16:00. Sejumlah pemadat yang tengah asyik dalam restoran narkoba berdinding tripleks tak menghiraukan ketika lima petugas berpakaian sipil datang.
Tak satu pun mengira kelimanya sebagai polisi karena beberapa di antaranya hanya bercelana pendek. Mereka kaget setelah lima lelaki itu meminta agar mereka tak bergerak dari tempat duduk sambil menodongkan senjata api.
“Saudara-saudara jangan lari karena sudah terkepung,” ujar seorang petugas dengan senjata laras panjang. Kepanikan langsung terjadi tapi tak satu pun yang berani bangkit dari bangkusnya.
Hal sama terjadi di sembilan restoran narkoba lainnya. Mereka langsung digiring ke pos terpadu di sekitar lokasi itu. Sepuluh restoran narkoba itu pun digeledah. Polisi menemukan berbagai paket narkoba uang dijajakan di tempat itu. Sekarung alat hisap dan bell juga disita. Keruan saja, penggerebekan itu menjadi tontotan warga.
Anita, 27, mengaku diajak kekasinya Yanto, 30, menikmati shabu di Kampung Ambon. “Saya baru sekali ini ke Kampung Ambon. Rasanya seperti apa juga saya belum menikmati karena sudah keburu digerebek polisi,” tutur wanita yang mengaku tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sebelumnya diberitakan, ratusan polisi menggerebek Kampung Ambon tapi tak mendapat pengedar besar yang diincar. Petugas hanya menemukan sejumlah narkoba dan alat hisapnya. Sebuah HP yang ditemukan di antaranya berisi pesan ‘Jangan masuk dulu blast ada razia’.
Dalam penggerebekan itu, petugas juga mendapati card yang menawarkan aneka narkoba berikut harganya. Restoran narkoba di Kampung Ambon menyebar di antara permukiman warga. Bangunan sederhana itu dilengkapi CCTV dan dijaga petugas keamanan khusus yang selalu memonitor dengan HT dan HP.
(deva)