Satelit9.com,Banyumas-Ratusan hektare sawah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diserang hama tikus pada musim tanam bulan April hingga September 2012.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kamis, memfasilitasi petani di Desa Kalicupak Lor, Kalicupak Kidul, dan Petir, Kecamatan Kalibagor, untuk melakukan pembasmian hama tikus secara massal.
"Kami berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan petani," kata Bupati Banyumas Mardjoko di sela-sela kegiatan pembasmian hama tikus di Kecamatan Kalibagor.
Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut berupa peralatan pembasmi hama tikus, termasuk bahan bakar minyak (BBM), gas, dan belerang.
Mardjoko memperkirakan serangan hama tikus tersebut tidak sampai mengakibatkan petani gagal panen.
"Meskipun demikian, hama tikus ini harus dibasmi," katanya.
Salah seorang petani, Budi Wahyono mengaku senang dengan adanya bantuan dari Pemkab Banyumas dalam kegiatan pembasmian hama tikus.
Menurut dia, hama tikus sangat merugikan petani karena biaya operasional mengolah lahan hingga menanam padi sangat tinggi.
"Selain itu, biaya untuk membasmi tikus sangat mahal, bisa mencapai Rp5.000,00 per ekor karena harga minyak dan belerang sangat mahal," katanya.
Berdasarkan abstracts yang dihimpun dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Wilayah Banyumas, luasan tanaman padi di Kabupaten Banyumas yang diserang hama tikus pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 199 hektare dengan kategori ringan seluas 181 hektare dan kategori sedang seluas 18 hektare, sedangkan sejak Januari hingga Mei seluas 416 hektare.
Selain itu, LPHP juga mencatat serangan hama tikus di Kabupaten Cilacap pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 170 hektare dengan kategori ringan seluas 157 hektare dan kategori sedang seluas 13 hektare, sedangkan serangan pada Januari hingga Mei seluas 773 hektare.
Luas serangan tikus di Kabupaten Purbalingga pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 28 hektare dengan kategori ringan, sedangkan pada Januari hingga Mei mencapai 151 hektare.
Sementara di Kabupaten Banjarnegara, serangan hama tikus pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 36 hektare dengan kategori ringan, sedangkan luas serangan pada bulan Januari--Mei mencapai 195 hektare.(@jaya)
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Kamis, memfasilitasi petani di Desa Kalicupak Lor, Kalicupak Kidul, dan Petir, Kecamatan Kalibagor, untuk melakukan pembasmian hama tikus secara massal.
"Kami berupaya memberikan bantuan sesuai kebutuhan petani," kata Bupati Banyumas Mardjoko di sela-sela kegiatan pembasmian hama tikus di Kecamatan Kalibagor.
Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut berupa peralatan pembasmi hama tikus, termasuk bahan bakar minyak (BBM), gas, dan belerang.
Mardjoko memperkirakan serangan hama tikus tersebut tidak sampai mengakibatkan petani gagal panen.
"Meskipun demikian, hama tikus ini harus dibasmi," katanya.
Salah seorang petani, Budi Wahyono mengaku senang dengan adanya bantuan dari Pemkab Banyumas dalam kegiatan pembasmian hama tikus.
Menurut dia, hama tikus sangat merugikan petani karena biaya operasional mengolah lahan hingga menanam padi sangat tinggi.
"Selain itu, biaya untuk membasmi tikus sangat mahal, bisa mencapai Rp5.000,00 per ekor karena harga minyak dan belerang sangat mahal," katanya.
Berdasarkan abstracts yang dihimpun dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah Wilayah Banyumas, luasan tanaman padi di Kabupaten Banyumas yang diserang hama tikus pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 199 hektare dengan kategori ringan seluas 181 hektare dan kategori sedang seluas 18 hektare, sedangkan sejak Januari hingga Mei seluas 416 hektare.
Selain itu, LPHP juga mencatat serangan hama tikus di Kabupaten Cilacap pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 170 hektare dengan kategori ringan seluas 157 hektare dan kategori sedang seluas 13 hektare, sedangkan serangan pada Januari hingga Mei seluas 773 hektare.
Luas serangan tikus di Kabupaten Purbalingga pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 28 hektare dengan kategori ringan, sedangkan pada Januari hingga Mei mencapai 151 hektare.
Sementara di Kabupaten Banjarnegara, serangan hama tikus pada awal hingga pertengahan Juni mencapai 36 hektare dengan kategori ringan, sedangkan luas serangan pada bulan Januari--Mei mencapai 195 hektare.(@jaya)
