• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Sultan HB X menyaksikan secara langsung arch blur 'Soegija'

    Last Updated 2012-06-07T19:02:51Z


    Satelit9.com,Yogyakarta -Sri Sultan Hamengku Buwono X yang menyempatkan diri menyaksikan secara langsung arch blur 'Soegija' menyatakan pujiannya terhadap rasa kemanusiaan yang ditunjukkan Soegijapranata dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai uskup di Semarang.
    "Beliau adalah seseorang yang konsisten dan memiliki integritas untuk memimpin umat dengan rasa kemanusiaan dan kejujuran serta keikhlasan di masanya," papar Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Kamis (7/6), usai menyaksikan blur tersebut di Yogyakarta.
    Menurut Sultan, blur besutan sutradara Garin Nugroho tersebut bisa menjadi referensi bagi para pemimpin di Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Soegija, lanjut Sultan, selalu memimpin dengan orientasi pada kepentingan masyarakat, bukan untuk kewenangan dan kekuasaan semata serta untuk membela bangsa dan negara.
    "Republik ini sudah merdeka, tapi yang penting dimiliki pemimpin adalah tanggung jawab tanpa pamrih," ujar Sultan yang menyaksikan pemutaran blur tersebut bersama putri sulungnya, GKR Pembayun.
    Di dalam blur yang berdurasi 115 menit tersebut dikisahkan bagaimana Soegija yang kemudian menjadi uskup pribumi pertama di Indonesia menjalankan perannya untuk mengabdi kepada umat dan juga membantu Indonesia meraih dan mempertahankan kemerdekaan.
    Soegija merelakan gerejanya untuk menjadi tempat bagi para pribumi mengungsi saat terjadi pertempuran dengan Jepang dan juga Belanda. Selain Soegija yang diperankan Nirwan Dewanto, terdapat beberapa tokoh lain yang juga menghidupkan cerita di dalam blur tersebut, seperti Mariyem yang diperankan pendatang baru Annisa Hertami dan Banteng yang juga diperankan pendatang baru Andreano Fidelis.
    Di blur tersebut, juga terdapat beberapa tokoh yang diperankan oleh warga asing seperti Wouter Braaf sebagai Hendrik, seorang fotografer perang asal Belanda serta Nobuyuki Suzuki yang menjadi pemimpin serdadu Jepang.
    "Film ini menggambarkan seseorang yang berjiwa pemimpin. Pada masa-masa sekarang, masyarakat membutuhkan inspirasi tentang kepemimpinan," imbuh Sultan.
    Sementara sang sutradara, Garin Nugroho, menyebut, blur Soegija termasuk blur dengan jalan cerita yang sangat terstruktur. Ia menghabiskan waktu sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan blur tersebut.
    "Semua tokoh yang ada di dalam blur ini memiliki sisi kemanusiaan masing-masing - meskipun mereka adalah serdadu dari Belanda atau Jepang," ucap Garin.
    Sedangkan Nirwan Dewanto yang berperan sebagai Soegija mengatakan, bermain di blur yang disutradarai oleh Garin adalah kutukan, tanpa menyebut lebih jauh tentang maksudnya.
    "Sekarang saya juga menderita, karena melihat wajah saya ada dimana-mana," imbuh Nirwan.(@deva)
    Komentar
    • Sultan HB X menyaksikan secara langsung arch blur 'Soegija'

    Terkini

    Topic Popular