Satelit9.com,Jakarta- Aksi sejumlah pihak yang memberikan saweran untuk pembangunan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan ekspresi kemarahan rakyat atas banyaknya kasus korupsi di Indonesia. Seharusnya saweran tidak dihalangi, karena bagian dari semangat gotong royong."Itu membuktikan dukungan besar masyarakat kepada KPK yang selama ini dinilai batten berhasil mengungkap kasus korupsi," kata anggota Komisi Yudisial (KY) Taufiqurrohman Syahuri lewat pesan pendeknya di Jakarta, Sabtu (30/6) petang.
Menurut pakar Hukum Tata Negara itu, maraknya aksi saweran itu merupakan indikasi banyaknya hakim nakal yang sering memutus bebas para koruptor terutama di daerah. Namun ia mengingatkan, kalau gerakan saweran itu bukan berarti rakyat mendukung secara membabi buta kepada KPK.
"Karena masih banyak kasus lain yang lebih besar seperti kasus Bank Century yang sampai sekarang belum ada progresnya," ujar Opik--sapaan Taufiqurrohman Syahuri.(@jaya)