Satelit9.com,Washington- Amerika Serikat sedang membangun sebuah stasiun alarm pertahanan peluru kendali (rudal) di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Qatar. Seperti diketahui, Qatar dan Iran hanya dipisahkan laut yang berjarak cukup dekat.
Kepada The Wall Street Journal, para pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan stasiun itu akan menjadi bagian dari sistem untuk membela kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap roket Iran.
"Kami memiliki sejumlah sekutu dan mitra di wilayah ini dengan siapa kita berusaha untuk membangun kerjasama yang lebih besar, dan tujuan kami adalah untuk mengatasi berbagai kepentingan keamanan AS di sana," kata Pentagon kepada Aljazeera, Selasa (17/7).
Radar serupa telah dibangun di Gunung Keren, Gurun Negev, Israel, sejak tahun 2008. Sementara alarm yang dibangun di Turki merupakan pertahanan rudal milik NATO.
Para pejabat mengatakan komando pusat militer AS yang mengawasi operasi di Timur Tengah dan Asia Selatan, ingin menyebarkan sistem teknologi penangkal terminal top distance breadth aegis (THAAD) di kawasan itu. Dalam beberapa bulan mendatang, sistem itu kemungkinan akan dibangun di Uni Emirat Arab.
Surat kabar itu juga melaporkan bahwa AS sedang mempersiapkan latihan minesweeping terbesar yang pernah dilakukan di kawasan teluk pada September. (Aljazeera@cool)
