Satelit9.com,Jakarta-Meski perayaan Idul Fitri masih akan berlangsung sekitar satu bulan lagi, namun penjualan tiket kereta api tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk H-5 hingga H+6 sudah habis terjual. Karenanya, PT KAI mengimbau warga ibu kota untuk menempuh perjalanan mudik menggunakan angkutan umum lain seprti bus.
Manajer Senior Komersil Daerah Operasi (DAOP) I, Djoko Sri Martoyo mengatakan, untuk tahun ini tiket kereta api sudah dijual sejak H-90, sehingga tiket yang disediakan ludes terjual. Bahkan, untuk perjalanan pada H-5 hingga H+6, juga sudah habis terjual. "Semua tiket sudah habis terjual," ujar Djoko, Minggu (22/7).
Padahal, untuk dapat mengakomodir penumpang, dikatakan Djoko, pihaknya menyiapkan 58 kereta api reguler serta 10 kereta api tambahan. Namun, untuk tahun ini PT KAI tidak melakukan penjualan tiket langsung atau go appearance serta memberlakukan okupansi maksimum tiap kereta ditetapkan 100 persen untuk semua kelas.
Lantaran semua tiket baik untuk KA reguler maupun KA tambahan sudah habis terjual, Djoko menyarankan pemudik yang kehabisan tiket bisa menggunakan angkutan umum lain. Karena pihaknya tidak akan membuka layanan jual beli tiket langsung. "Penumpang bisa menggunakan angkutan lainnya. Kami tidak menjual tiket langsung," katanya.
Untuk tahun ini pihaknya juga mengatur sistem pemberangkatan. Hanya ada lima stasiun kebarangkatan dari DAOP I yakni, Stasiun Pasar Senen, Gambir, Tanahabang, Tanjungpriok dan Jakarta Kota. Sedangkan untuk KA tambahan akan diberangkatkan dari empat stasiun yakni, Stasiun Paser Senen, Gambir, Tanahabang dan Tanjungpriok.
Khusus untuk KA Argo Parahyangan tujuan Bandung dan KA Purwojaya tujuan Cilacap, calon penumpang dapat naik dari Stasiun Jatinegara. Masa angkutan lebaran pada kereta api ditetapkan selama 16 hari, dimulai pra-lebaran selama 10 hari dari 12 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2012 dan purna-lebaran selama 10 hari mulai 21 Agustus hingga 30 Agustus 2012.(@eko)
Manajer Senior Komersil Daerah Operasi (DAOP) I, Djoko Sri Martoyo mengatakan, untuk tahun ini tiket kereta api sudah dijual sejak H-90, sehingga tiket yang disediakan ludes terjual. Bahkan, untuk perjalanan pada H-5 hingga H+6, juga sudah habis terjual. "Semua tiket sudah habis terjual," ujar Djoko, Minggu (22/7).
Padahal, untuk dapat mengakomodir penumpang, dikatakan Djoko, pihaknya menyiapkan 58 kereta api reguler serta 10 kereta api tambahan. Namun, untuk tahun ini PT KAI tidak melakukan penjualan tiket langsung atau go appearance serta memberlakukan okupansi maksimum tiap kereta ditetapkan 100 persen untuk semua kelas.
Lantaran semua tiket baik untuk KA reguler maupun KA tambahan sudah habis terjual, Djoko menyarankan pemudik yang kehabisan tiket bisa menggunakan angkutan umum lain. Karena pihaknya tidak akan membuka layanan jual beli tiket langsung. "Penumpang bisa menggunakan angkutan lainnya. Kami tidak menjual tiket langsung," katanya.
Untuk tahun ini pihaknya juga mengatur sistem pemberangkatan. Hanya ada lima stasiun kebarangkatan dari DAOP I yakni, Stasiun Pasar Senen, Gambir, Tanahabang, Tanjungpriok dan Jakarta Kota. Sedangkan untuk KA tambahan akan diberangkatkan dari empat stasiun yakni, Stasiun Paser Senen, Gambir, Tanahabang dan Tanjungpriok.
Khusus untuk KA Argo Parahyangan tujuan Bandung dan KA Purwojaya tujuan Cilacap, calon penumpang dapat naik dari Stasiun Jatinegara. Masa angkutan lebaran pada kereta api ditetapkan selama 16 hari, dimulai pra-lebaran selama 10 hari dari 12 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2012 dan purna-lebaran selama 10 hari mulai 21 Agustus hingga 30 Agustus 2012.(@eko)
