Satelit9.com, Yogyakarta- Pemerintah Indonesia masih carut marut. Negara ini dinilai tidak lagi mengikuti rel Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).Hal itu dikatakan Pembina Utama Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), dalam orasi nasional kebangsaan di Monumen Yogya Kembali, Yogyakarta, Selasa (17/7).
Ratusan pengurus dan anggota PKRI dari seluruh Indonesia hadir dalam acara tersebut. Acara itu sengaja diadakan di Yogyakarta untuk mengenang kembalinya Yogyakarta, sekaligus memperingati Dekrit Presiden 5 Juli 1959, saat kembalinya konstitusi negara kepada Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut pembina utama PKRI, Poetra Negara, selain GBHN, pemurnian kembali Pancasila dan UUD 1945, juga merupakan senjata utama dalam memerangi penjajahan avant-garde baik oleh bangsa lain maupun oleh bangsa sendiri.
Hal tersebut disimbolkan dalam fragmen tari yang mengisahkan hanoman bersenjata Pancasila berhasil mengalahkan Dasamuka yang berwatak jahat dengan 10 jenis kejahatan.
Bangsa Indonesia, menurut Poetra, membutuhkan senjata utama, sekaligus acuan dasar dalam memotori gerak pembangunan bangsa, yaitu Pancasila dan UUD 1945.(@kevin)