• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Kubah Lava Merapi Ambrol

    Last Updated 2012-07-16T15:39:39Z

    Satelit9.com,Boyolali-Seperti dikhawatirkan sebelumnya, guguran besar terjadi di puncak Gunung Merapi dan menimbulkan suara gemuruh keras dua kali, Minggu (15/7) petang. Bersamaan itu, seorang pendaki dikabarkan terjatuh di kawasan puncak Merapi, dan tengah dievakuasi turun.
    Guguran kubah bedrock yang terjadi sekitar pukul 18.02 WIB tersebut, sempat mengakibatkan hujan abu di wilayah Magelang, terutama di Kecamatan Dukun dan Sawangan. Abu tipis dari puncak Merapi itu menempel di genting rumah warga setempat dan daun pepohonan di sekitarnya.
    Seorang warga Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Magelang, Susanto mengatakan, hujan abu tipis menerpa dusun di kawasan tepi Sungai Senowo. “Saya baru berjalan di luar rumah melihat hujan abu tipis, orang-orang juga melihat. Jelas kalau itu hujan abu dari Merapi,” katanya, Minggu (15/7).
    Guguran yang terjadi dua kali tersebut mengarah ke Kali Senowo dan Kali Lamat di Magelang.
    Suara keras guguran sempat membuat warga di lereng Merapi, termasuk di wilayah Boyolali terkejut. Bahkan, warga serentak keluar rumah guna mencari tahu kejadian yang sebenarnya.
    “Suaranya terdengar dua kali dan sangat keras, warga pada keluar rumah,” terang Tumar, Kades Jrakah, Kecamatan Selo.
    Warga cemas, karena selain agony oleh erupsi Merapi 2010 lalu, juga karena suara gemuruh terdengar cukup keras. Namun akhirnya warga kembali tenang setelah mengetahui sumber suara tersebut karena guguran Merapi.
    Kades Tlogolele, Kecamatan Selo, Budi Harsono saat dihubungi menyatakan tengah keluar kota. Namun dia membenarkan telah terjadi guguran tersebut. Sementara itu, pihaknya baru mengecek kondisi warga desanya. “Saya baru berada di Solo, kabar yang saya terima ada guguran karena pelapukan bedrock di atas,” ujar dia.
    Sementara itu, Tri Mujianto, petugas pengamatan Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) pos Jrakah membenarkan telah terjadi guguran besar di puncak dan di lereng Merapi. Meski diketahui guguran itu mengarah ke Kali Senowo dan Lamat di Magelang, namun pihaknya kesulitan melakukan pengamatan visual, karena kondisi Merapi berkabut.
    “Dua kali guguran, yang pertama kecil dan disusul berikutnya cukup besar sehingga mengeluarkan suara keras,” jelas dia.
    Berkabut
    Camat Selo, Subiso mengatakan, setelah terjadinya guguran kubah bedrock karena pelapukan kemarin, kawasan Tologolele tetap kondusif. Hujan abu hanya terjadi di wilayah Magelang, dan tidak terjadi di Boyolali.
    Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Yulianto mengatakan, guguran actual vulkanik terjadi dari satu kubah bedrock gunung berapi di perbatasan Jawa Tengah dengan DIY, karena pelapukan.(ant/@Agus)
    Komentar
    • Kubah Lava Merapi Ambrol

    Terkini

    Topic Popular