• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Penghematan subsidi Konversi Gas 3 Kg Capai Rp 61,6 T

    Last Updated 2012-07-08T08:15:06Z


    Satelit9.com,Jakarta -Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Hanung Budya mengungkapkan, penghematan subsidi yang diperoleh dari affairs konversi minyak tanah ke elpiji tabung 3 kg sudah mencapai Rp 61,6 triliun.
    "Nilai penghematan itu merupakan akumulasi dari pelaksanaan affairs konversi periode 2007 sampai Mei 2012," katanya di Jakarta, Minggu (8/7/2012).
    Menurut dia, konsumsi elpiji 3 kg terus mengalami peningkatan seiring keberhasilan affairs konversi yang pertama diluncurkan pada 2007."Kami bersyukur atas pencapaian ini dan bertekad menuntaskan affairs konversi ini segera," ujarnya.
    Selama periode 2007-Mei 2012, lanjut Hanung, distribusi paket perdana mencapai 53,9 juta yang tersebar di 23 provinsi. Sementara, akumulasi penarikan minyak tanah bersubsidi mencapai 27,1 juta kiloliter dengan penyaluran elpiji bersubsidi sebesar 9,9 juta metrik ton.
    Ia juga mengatakan, kekurangan pembayaran atas pendistribusian paket perdana mencapai 10 juta assemblage senilai Rp 2,9 triliun."Itu termasuk PPN (pajak pertambahan nilai) dan PPh (pajak penghasilan)," ungkapnya.
    Kekurangan tersebut terdiri atas 8,2 juta paket senilai Rp 2,3 triliun di 2008, 821.000 paket senilai Rp 309 miliar tahun 2009, 880.000 paket senilai Rp 276 miliar pada 2010-2011, dan 157.000 paket senilai Rp 38 miliar di 2012. Hanung menambahkan, pada 2012, Pertamina menargetkan pendistribusian 2,3 juta paket perdana di lima provinsi baru yakni Sumbar, Babel, Kalteng, Sulteng, dan Sultra dengan nilai Rp 672 miliar.
    Rinciannya, Sumbar 971.420 paket, Babel 267.645, Kalteng 223.937, Sulteng 435.016, dan Sultra 407.138. "Sampai Mei 2012, absolute penjualan elpiji 3 kg mencapai 1,55 juta ton dari kuota setahun 3,606 juta ton," tambahnya.
    Menurut dia, realisasi penjualan elpiji 3 kg itu telah berlebih 4,9 persen dari target. Sedangkan, sampai akhir 2012, penjualan elpiji 3 kg diperkirakan 3,754 juta ton atau over 4,1 persen dari kuota 3,606 juta ton.
    Untuk rencana 2013, kata Hanung, pihaknya akan mendistribusikan 2,361 juta paket perdana senilai Rp 659 miliar termasuk PPN dan PPh. Rencana tersebut terdiri atas kekurangan tahun 2012 di Babel, Kalteng, Sulteng, dan Sultra sebanyak 670.000 paket senilai Rp 190 miliar.
    Lalu, kekurangan tahun 2010-2011 di Aceh, Kaltim, Kalsel, NTB, Sulut, dan Gorontalo sebanyak 1,1 juta paket senilai Rp 301 miliar dan permintaan penyisiran dari Sumut, Riau, Kalbar, dan NTB sebanyak 591.000 paket senilai Rp 168 miliar.
    Wakil Direktur ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, meskipun terdapat beberapa kendala di awalnya, namun selanjutnya affairs konversi elpiji berjalan sesuai rencana. "Program ini sudah cukup berhasil. Terbukti, masyarakat sudah beradaptasi dan jangkauan affairs telah mencapai tingkat nasional," ucapnya.
    Ke depan, lanjut dia, pemerintah mesti lebih mengoptimalkan pasokan elpiji dari kilang domestik. Menurut Komaidi Notonegoro, awalnya, affairs konversi memang bukan merupakan termasuk rencana strategis pemerintah. Sehingga, infrastruktur penunjang seperti kilang juga masih terbatas.
    "Ini menjadi PR bagi pemerintah untuk menyediakan kilang ke depan," imbuhnya.
    Sementara ini, tambahnya, impor elpiji memang tidak dapat dihindari, namun tetap dengan melakukan strategi efisiensi. (ANT@ida)
    Komentar
    • Penghematan subsidi Konversi Gas 3 Kg Capai Rp 61,6 T

    Terkini

    Topic Popular