Satelit9.com,Jakarta- PT Pertamina (Persero) melakukan antisipasi kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama masa Puasa hingga Lebaran. Stok dan distribusi BBM serta elpiji akan dilakukan secara optimal untuk mengantisipasi peningkatan permintaan saat-saat tersebut."Intinya, kami siap memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah Puasa dan merayakan Idul Fitri dengan lancar dan khidmat," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Jumat (20/7).
Menurut dia, pemakaian exceptional pada masa Puasa hingga Lebaran diperkirakan mengalami kenaikan 3,3 persen dari rata-rata harian accustomed 78.000 kiloliter menjadi 80.000 kiloliter.
Konsumsi avtur naik enam persen dari rata-rata 10.763 menjadi 11.384 kiloliter per hari. Elpiji subsidi naik tiga persen dari 11.351 menjadi 11.695 kiloliter per hari.
Konsumsi solar diprediksikan turun 12,9 persen dari 44.000 menjadi 38.000 kiloliter per hari. Elpiji nonsubsidi stabil 3.559 ton per hari.
Hanung mengatakan, meski terdapat kenaikan permintaan, Pertamina akan menjaga stok selama periode 4 Agustus-4 September 2012 tetap stabil.
Stok exceptional dijaga 17,19 hari, solar 18,28 hari, avtur 20,95 hari, pertamax 67,87 hari, pertamax additional 72,40 hari, dan elpiji 19,04 hari.
Posisi stok exceptional per 19 Juli 2012 adalah 16,19 hari, solar 17,22 hari, avtur 19,54 hari, pertamax 72,88 hari, pertamax additional 65,97 hari, dan elpiji 21,37 hari.
Pertamina juga membentuk posko satuan tugas pemantauan ketersediaan BBM dan kesiapan pelayanan kepada masyarakat yang efektif mulai 6 Agustus-4 September 2012 atau H-14 hingga H+14 Lebaran.
Sejumlah langkah yang disiapkan Pertamina untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan elpiji antara lain SPBU akan beroperasi 24 jam khususnya di jalur mudik dan balik sepanjang jalur Pantura, selatan Jawa, arah Merak-Lampung mulai H-15 hingga H+15.
Selain itu, mempersiapkan 63 SPBU kantong sebagai tempat mobil tangki BBM sebelum dikirimkan ke SPBU yang mengalami stok kritis karena hambatan distribusi akibat kemacetan.
Selain itu, "switching" tangki pendam dari solar ke exceptional atau pertamax di 45 lokasi SPBU, penambahan mobil tangki di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 6,5 persen dari biasanya, membedakan jalur motor dan mobil di SPBU, serta menyediakan SPBU khusus sepeda motor di 117 lokasi.
"Selain itu, seluruh SPBU yang berjumlah 4.874 assemblage diinstruksikan menyediakan layanan pendukung seperti mushalla, toilet, ATM, serta memperhatikan aspek kebersihannya," kata Hanung(Ant/@jaya)