Satelit9.com, Yogyakarta- Setelah diperiksa lebih lanjut oleh kepolisian, rangkaian menyerupai bom yang ditinggalkan perampok Kantor Kas Coffer Rakyat Indonesia di Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogykarta, ternyata bukan bahan peledak. Polisi sendiri akan terus memperdalam penyelidikan perampokan dengan modus baru tersebut.
Sementara itu, situasi di Kantor Kas BRI RS dr.Sarjito sendiri tampak lengang. Tidak ada lagi garis polisi yang dipasang di breadth kantor. Sementara tulisan pengumuman tutupnya coffer ditempelkan di rolling aperture kantor kas.
Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Sabar Raharjo melalui pesan singkatnya kepada para wartawan, Senin malam ini, menyampaikan bahwa setelah diteliti dari serpihan rangkaian, diketahui bahwa rangkaian tersebut bukan peledak. Namun yang dilakukan kepolisian sendiri telah memenuhi prosedur pengamanan dengan meledakkan rangkaian mencurigakan tersebut.
Dari penyelidikan sementara CCTV yang merekam saat kejadian perampokan dan keterangan para saksi. diduga pelaku satu orang dengan ciri badan putih, perawakan tinggi dan rambut beruban. Pihak kepolisian sendiri akan membuat sketsa wajah pelaku untuk pencarian pelaku.
Perampok berhasil menggasak Rp155 juta sambil mengancam meledakkan Kantor Kas BRI di RS dr. Sarjito tersebut. Modus yang dilakukan pelaku adalah modus baru yang jarang dilakukan perampok.(@budi)
