Satelit9.com,Samangan- Serangan bom Taliban menghancurkan 22 truk tangki yang membawa pasokan minyak untuk pasukan NATO di Provinsi Samangan, Afghanistan, Rabu (18/7). Seorang sopir terluka.
Kepala Kepolisian Samangan, Jenderal Khalil Andarabi, mengatakan, "Serangan terjadi saat puluhan truk NATO sedang parkir di kawasan Rabatak. Api masih berkobar."
Sumber intelijen di Samangan mengatakan, indikasi awal menunjukkan bom ditaruh di bawah salah satu truk. "Para sopir sedang istirahat dan mereka parkir bersama-sama. Karena masih dini hari, tidak banyak orang di sekitar. Kalau tidak akan banyak jatuh korban," kata seorang sumber kepada BBC.
Pemilik truk tangki dilaporkan meminta ganti rugi dan jaminan keamanan untuk kembali melakukan perjalanan ke perbatasan Afghanistan. NATO menggunakan jalur di sebelah utara lewat Uzbekistan sejak Pakistan menutup jalur perbatasan dengan Afghanistan, Desember silam.
Pakistan menutup jalur utama yang digunakan NATO setelah serangan udara Amerika Serikat menewaskan 24 tentara Pakistan pada November. Namun awal bulan ini Pakistan sudah membuka kembali jalur pasokan NATO ke Afghanistan setelah pemerintah Amerika Serikat meminta maaf atas insiden itu.(BBC@cool)
Kepala Kepolisian Samangan, Jenderal Khalil Andarabi, mengatakan, "Serangan terjadi saat puluhan truk NATO sedang parkir di kawasan Rabatak. Api masih berkobar."
Sumber intelijen di Samangan mengatakan, indikasi awal menunjukkan bom ditaruh di bawah salah satu truk. "Para sopir sedang istirahat dan mereka parkir bersama-sama. Karena masih dini hari, tidak banyak orang di sekitar. Kalau tidak akan banyak jatuh korban," kata seorang sumber kepada BBC.
Pemilik truk tangki dilaporkan meminta ganti rugi dan jaminan keamanan untuk kembali melakukan perjalanan ke perbatasan Afghanistan. NATO menggunakan jalur di sebelah utara lewat Uzbekistan sejak Pakistan menutup jalur perbatasan dengan Afghanistan, Desember silam.
Pakistan menutup jalur utama yang digunakan NATO setelah serangan udara Amerika Serikat menewaskan 24 tentara Pakistan pada November. Namun awal bulan ini Pakistan sudah membuka kembali jalur pasokan NATO ke Afghanistan setelah pemerintah Amerika Serikat meminta maaf atas insiden itu.(BBC@cool)
