• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Waspadai Serangan Fajar Jelang pencoblosan PILKADA DKI

    Last Updated 2012-07-06T22:53:56Z


    Satelit9.com,Jakarta-Aksi "serangan fajar" pada Rabu, 11 Juli 2012, menjelang pencoblosan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta mulai dikhawatirkan oleh para kandidat.
    Kandidat yang khawatir terhadap upaya pemberian uang, sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) dan sejenisnya adalah lima pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub dan cawagub) penantang. Sedangkan pasangan petahana (incumbent) tampaknya tidak pernah galau dengan kemungkinan adanya serangan fajar itu.
    Menurut kandidat penantang, serangan fajar, yakni memberikan sesuatu kepada warga agar memilih pasangan tertentu, tak ubahnya sebagai pembodohan masyarakat. Hal itu dikatakan cagub nomor urut 2, Hendardji Soepandji, cagub nomor urut 3, Joko Widodo, cagub nomor urut 4, Hidayat Nur Wahid, cagub nomor urut 5, Faisal Bakri, serta cagub nomor urut 6, Alex Noerdin, dalam kesempatan berbeda saat pidato kampanye.
    Namun, bagi warga yang mau menerima, kalau disodori uang oleh tim sukses (timses) cagub atau cawagub, silakan diambil. Sebab, pemberian uang itu halal. Anjuran itu dikatakan Alex Noerdin saat berkampanye di hadapan ratusan Sukarelawan Pemenangan Alex-Nono (Repano) di Gang Jaabah Pasar Hek, RT 010/RW 01 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur. Rabu (4/7).
    "Kalau ada yang kasih amplop, beras, sembako, ambil saja. Kalau ada yang kasih uang, minta lagi. Itu rezeki. Itu uang anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), uang rakyat, uang kita sendiri," kata Alex dengan aught bercanda dan disambut tawa ratusan simpatisannya.
    Namun, Alex Noerdin tetap memberikan arahan agar warga memilih pasangan yang sesuai hati nurani. "Tapi tetap pilih dengan hati nurani dan akal sehat," katanya.
    Menanggapi isu serangan fajar, Nachrowi Ramli tetap enggan berkomentar. "Masyarakat pemilih di Jakarta sudah cerdas," katanya. Nachrowi juga mendukung transparansi sumber dana kampanye. Ia mengatakan, bersama pasangannya, Fauzi Bowo, telah menyerahkan abstracts awal pendanaan kepada KPU DKI. "Dana awal kampanye sudah kita laporkan dan rekening bersama juga disertakan nomor-nomornya," kata Nachrowi seusai berkampanye di Pela Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.
    Pernyataan itu disampaikan Bang Nara, panggilan akrab Nachrowi Ramli, untuk menanggapi laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dengan belum utuhnya transparansi identitas donatur dana kampanye Pilkada DKI 2012. Walau nomor rekening sumber telah dicantumkan, namun kebanyakan kandidat belum secara jelas mencantumkan identitas lain dari donatur.
    Sementara itu, Joko Widodo berjanji akan melindungi usaha kecil menengah seperti pedagang mi bakso. Wali Kota Solo itu berkampanye di kawasan Kramat Jaya, Jakarta Pusat, sambil makan bakso bersama warga sekitar. "Yang penting baksonya tidak pakai boraks, vetsin, dan pengawet. Proteksi untuk pedagang penting," kata Jokowi.
    Ia tampak lahap menikmati bakso pesanannya di pinggir jalan sambil meladeni pertanyaan para pewarta berita yang mengikuti kegiatan kampanyenya sejak pagi. "Nanti ada sertifikasi higienis. Simpel saja, baksonya bagus, tempel. Jangan sampai bakso dicampur pewarna dan daging lain," ujarnya.
    Sedikitnya terdapat 11 tukang bakso yang sengaja mangkal selama kampanye Jokowi di Jakarta Pusat kemarin. Warga sekitar mendapat bakso chargeless pada kampanye tersebut.
    Sementara itu, Hidayat Nur Wahid memilih pasar tradisional menjadi lokasi kampanye. Menurut Hidayat, hal tersebut karena pasar tradisional merupakan hal yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat.
    "Kenapa saya kampanye pilih di pasar? Pasar menjadi hal yang kami pentingkan sebab di sinilah warga kita sebagian besar nasibnya digantungkan. Di sini banyak warga yang berkumpul, transaksi jual beli. Banyak massa sekaligus banyak potensi. Di sini demokratisasi bisa dilakukan dengan cara elegan, warga yang rasional, jadi kami menyapa mereka," kata Hidayat saat kampanye di Jakarta Pusat kemarin.
    Hidayat menambahkan, pedagang pasar juga memiliki banyak potensi, meski tidak bisa dimungkiri juga banyak masalah yang dilibatkan dari Pasar Jaya, seperti dari renovasi dan harga sewanya.
    Dua pasangan independen nomor urut 2, Hendardji Soepandji dan Ahmad Riza Patria, serta cagub nomor urut 5, Faisal Basri, tampil pada acara "Perempuan Memilih Pemimpin Jakarta" kemarin. Pada kesempatan kampanye sebelumnya juga menyetujui tentang transparansi dana kampanye dan menyatakan agar masyarakat tidak tergiur dengan serangan fajar.(@jaya)
    Komentar
    • Waspadai Serangan Fajar Jelang pencoblosan PILKADA DKI

    Terkini

    Topic Popular