Satelit9.com,Madiun- Pihak Kepolisian akan menyiapakan 1508 personil gabungan untuk mengamankan jalannya acara "halal bi halal" perguruan pencak silat Persatuan Setia Hati Winongo (PSHW) yang dilaksakan pada Minggu (2/9/2012) mendatang.
Kabag Ops Polres Madiun Kota, Kompol Edy Purwanto, saat ditemui usai rapat koordinasi dengan seluruh Kabag Ops dan Kasat Intel jajaran polres Rayon V yang meliputi seluruh Karisidenan Madiun mengatakan, pihaknya sudah siap mengamankan jalannya acara PSHW.
"Kita sudah menyiapkan 1508 personil gabungan untuk menganakan jalannya "halal bi halan" perguran pencak silat PSHW Minggu mendatang. Jumlah personil memang banyak mengingat banyaknya peserta acara tersebut," ujarnya, di Mapolres Madiun Kota, Senin (27/8/2012).
Ke 1508 personil gabungan tersebut terdiri dari Jajaran Polres Rayon V, Brimob, anggota Polda Jawa Timur, Institisi TNI AD dan AU. Langkah ini diambil untuk menjaga kemanan warga selama acara pergurua tersebut.
"Dari laporan awal peserta "halal bi halal" mencapai lebih dari 8000 orang. Hal ini dikarenakan acaranya dilakukan secara terpusat dan diikuti oleh seluruh anggota perguruan yang berasal dari berbagai daerah," kata Edy.
Untuk pengamanan, kata Edy, semua peserta yang datang dari luar kota akan dikawal oleh petugas polres asal, dan dititik awal pemberangkatan petugas akan melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan yang dipakai peserta.
"Dari pemberangkatan akan dilakukan pemeriksaan kalau ada yang motornya tidak lengkap akan langsung dikembalikan dan tidak diperbolehkan ikut dalam rombongan. Dan saat berangkat serta pulang tetap dikawal polres asal," kata ucapnya.
Edy mengimbau, agar peserta tidak mengunakan pakaian seragam silat, dan hanya mengunkan pita sebagai identitas asal daerah mereka sesuai dengan kesepakatan. Hal ini untuk menghindari jika ada perserta yang terpisah dari rombongan.
"Selama ini yang rawan adalah jika ada peserta yang tercecer dari rombongan. Karena mereka bisa menjadi sasaran amuk masa atau sekelompok masa yang merasa terganggu dengan aktifitas mereka," jelas Edy.
Kasubbag Humas Polres Madiun Kota, AKP Soedono menambahkan, dalam pengamanan tersebut ada beberapa titik rawan keributan di beberapa titik. Diantaranya adalah disekitar lokasi perguruan yang berada di jalan Doho, Kecamatan Manguharjo Kota Madiun.
"Ada beberapa titik rawan keributan. Karena itu petugas selain disebar juga dipusatkan di 29 titik yang setiap titiknya. Hal ini untuk memudahkan koordinasi. Tapi selama ini yang batten rawan adalah dilokasi dan jalan Cokroaminoto," jelasnya.
Sebagaimana kebiasaan yang dilakuakn setiap "halal bi halal" PSHW, saat perjalanan menuju padepokan atau perjalan pulang mereka selalu melakukan konfoi keliling Kota Madiun. Dan sebagian besar dari mereka mengunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi sehingga menimbulkan suara berisik(Andhini/@edi)
