Satelit9.com,Moskow- Sedikitnya empat tentara tewas dan tiga warga terluka akibat dua ledakan di Grozny, ibu kota Chechnya, Rusia, Senin (7/8). Aparat menduga ledakan itu merupakan bom bunuh diri.Penduduk menyatakan mendengar dua ledakan yang menimbulkan kobaran api dan asap tebal. Ledakan itu terjadi ketika prajurit-prajurit kementerian dalam negeri meninggalkan sebuah kendaraan lapis baja di dekat markas garnisun.
Kepada Reuters seorang saksi melihat mayat tiga orang dengan pakaian loreng-loreng tergeletak di sisi jalan setelah ledakan tersebut.
"Langkah-langkah sedang diambil untuk menetapkan identitas teroris serta mencari kaki tangan mereka dan pengatur ledakan itu," kata Kementerian Dalam Negeri Chechnya dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs berita pemerintah daerah tersebut.
Seperti diketahui, Negara Bagian Chechnya merupakan salah satu wilayah yang batten panas. Wilayah di Kaukasus Utara itu menjadi tempat berdiamnya para gerilyawan yang berusaha mendirikan sebuah negara Islam.
Dibanding dengan wilayah lain di Kaukasus Utara, sepanjang tahun ini kekerasan hampir tidak pernah terjadi di Chechnya. Hal itu dikarenakan ditunjuknya Ramzan Kadyrov sebagai pemimpin Chechnya oleh Moskow untuk menumpas militansi gerilyawan.
Selain Checnya, Negara Bagian Dagestan yang juga berpenduduk mayoritas Islam menjadi rumah para gerilyawan. Dagestan merupakan tetangga Chechnya di kawasan pesisir Laut Kaspia. (Ant/ICH)