• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Foke-Jokowi Bakal Perang Terbuka Pilgub DKI Putaran ke2

    Last Updated 2012-08-22T03:18:52Z


    Satelit9.com,Jakarta-Sejumlah partai politik mapan, di antaranya, PPP, Partai Golkar, PKB, Hanura, PKS, dan Partai De­mokrat, mengusung pasangan calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).
    Sementara pesaingnya pasangan Jo­ko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjah­­ja Purnama (Ahok) hanya didukung PDIP dan Gerindra. Bagaimana pe­luang mereka?
    Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sujito menilai, pe­­luang menang Jokowi tetap ting­gi. Meski hanya dibekingi Ge­rin­dra dan PDIP, Wali Kota Solo itu ba­kal tetap mendapat suara signifi­kan karena ketokohannya.
    Pengajar sosiologi ini mengakui, PKS akan memberi suara signifikan pada Foke-Nara. Sebab, partai ini di­kenal memiliki kader militan.
    Namun, Jokowi-Ahok memiliki tem­pat tersendiri di hati masyarakat Jakarta. Terlebih lagi, ada beberapa isu yang membuat pasangan in­cum­bent Foke-Nara tidak disukai pub­lik, seperti SARA dan pernyataan-per­nya­taan kontroversial Foke. “Jokowi tidak gampang dikalahkan. Isu SA­RA belum tentu efektif,” terangnya.
    Arie menilai, kekuatan Jokowi akan ditentukan oleh kemampuan­nya mengatur strategi. Dia tidak akan bisa menggunakan strategi yang sama seperti di putaran per­ta­ma. Lawan kali ini lebih tangguh. “Se­karang ketika Jokowi dikepung banyak partai, punya strategi baru nggak dia?” tanya Arie.
    Seminggu setelah libur Lebaran, Arie memprediksi, bakal terjadi ke­hebohan luar biasa di Jakarta. Pe­rang akan semakin terbuka, dan sua­sana sengit antar kandidat bakal ter­cipta. “Kalau langkah Jokowi di­ikuti oleh figur besar, maka Jokowi tidak akan gampang dikalahkan,” tuturnya.
    Direktur Lingkar Madani Indone­sia, Ray Rangkuti, melihat dua ala­san menganalisa efektifitas koalisi par­tai-partai politik yang dibangun da­lam Pilkada DKI Jakarta kali ini. Khu­sus putaran kedua, Ray me­lihat, Foke masih sulit menaklukkan Jokowi.
    Dia menjelaskan, pertama, koalisi be­sar partai-partai politik pendu­kung Foke diprediksi akan me­ngum­­pulkan suara sekitar 48-50 per­­sen. Rincian­nya, hasil dari koalisi PKS dan PAN menyumbang 12 persen, koalisi PPP dan Golkar sekitar 4 persen, dan per­olehan suara Foke-Nara pada putaran pertama 32 persen. Diprediksi per­olehan suara Foke-Nara masih kisa­ran 48 persen.
    Kedua, Ray melihat peta pemilih di Jakarta adalah pemilih advanced dan ra­sional. “Terlihat mereka tidak ter­lalu tergantung pada arahan partai. Parpol bukan gerbong utama yang dapat menarik minat pemilih ke TPS, bahkan minat pemilih untuk me­nentukan calon mereka.(@eko)
    Komentar
    • Foke-Jokowi Bakal Perang Terbuka Pilgub DKI Putaran ke2

    Terkini

    Topic Popular