• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Ledakan Bom Guncang Garasi Militer Suriah Dekat Hotel PBB

    Last Updated 2012-08-15T21:44:38Z


    Satelit9.com, Damaskus - Sebuah alat peledak improvisasi yang ditempelkan di bawah sebuah truk bahan bakar meledak, Rabu (15/8) sementara truk itu diparkir di dalam garasi militer markas tentara Suriah di Damaskus, menurut laporan beberapa saksi mata di tempat kejadian.
    Pasukan Tentara pemberontak Suriah (FSA) dengan cepat mengadopsi ledakan, menurut laporan media.
    Ledakan itu mengirim gumpalan asap hitam ke langit, tapi belum dapat segera diketahui siapa yang berhasil membawa bom ke breadth yang dijaga ketat itu, yang telah dikelilingi oleh dinding anti ledakan dan pos pemeriksaan.
    Tempat ledakan juga hanya 50 beat dari Dama-Rose hotel, di backbone para pengamat PBB di Suriah menginap.
    Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mikdad mengatakan ledakan tersebut adalah merupakan salah satu tindakan kriminal yang bertujuan untuk merusak citra Suriah, dia menambahkan bahwa semua pengamat PBB baik-baik saja, tidak ada cedera di antara mereka.
    Mikdad membuat pernyataan selama kunjungannya ke auberge Dama-Rose. Ia mengatakan bahwa maksud kedatangannya ke auberge untuk memeriksa keadaan para pengamat PBB, memastikannta dalam keadaan baik dan untuk melihat lokasi ledakan.
    "Semuanya baik-baik saja dan kami ingin melindungi mereka," katanya.
    "Tempat ledakan itu menunjukkan niat dari mereka yang berada di belakang itu ... ini adalah terorisme dan harus dihentikan," kata Mikdad, menambahkan bahwa "Masyarakat internasional harus bekerja sama bergandengan tangan melawan terorisme."
    "Pertama kali sampai di sini dekat pengamat PBB, itu dapat menekan di mana-mana. Jadi itu adalah tanggung jawab kita bersama.. Kami menyerukan sekali lagi kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera bersatu melawan terorisme," tegas Mikdad.
    Untuk pihaknya, Sharif Shahadeh, seorang anggota parlemen Suriah, mengatakan kepada TV al-Jazeera bahwa kelompok oposisi bersenjatalah yang melakukan serangan teroris ini.
    Dia juga menambahkan bahwa bahasa darah yang dilakukan oleh oposisi telah membuat orang menjauh dari mentalitas tersebut.
    "Ini bukan kepahlawanan dan dilakukan oleh kelompok yang telah kehilangan kontrol di lapangan," kata Shahadeh.
    Pekan lalu, sebuah bom mengoyak stasiun TV media pemerintah di alun-alun Ummayad, yang juga berada di sekitar markas militer. Ledakan di stasiun TV itu hanya meninggalkan korban luka saja.
    Di breadth militer, oposisi bersenjata telah berusaha keras membuat pijakan di Damaskus dan yang terbaru di bagian utara provinsi Aleppo, tetapi perpaduan tentara Suriah dan serangan yang kuat telah mendorong para pemberontak untuk terus mencoba taktik gerilya mereka dalam menggetarkan pasukan rezim oleh sebuah gesekan.
    Pada hari Rabu (15/8), media pemerintah mengatakan bahwa tentara Suriah telah menghancurkan pusat komandan pemberontak bersenjata di pinggiran Damaskus al-Tal dan membunuh sejumlah pemimpin mereka.
    Di Kafr Hamra, provinsi Aleppo, pasukan Suriah didera 12 truk analeptic dilengkapi dengan senapan mesin.
    Di sisi oposisi, Komite Koordinasi setempat mengatakan bahwa 34 orang tewas sejauh ini di beberapa kota-kota Suriah, Rabu (15/8).
    Dikatakannya pula, pasukan rezim telah dibombardir di kabupaten Aleppo dari Andan dan pinggiran Damaskus dekat Qaboun.
    Jaringan aktivis juga melaporkan kerusakan dan kekacauan di Homs, Deir al-Zour dan provinsi Idlib.
    Namun, klaim mereka tidak bisa diperiksa secara terpisah.
    Kekerasan hari Rabu (15/8) telah mendatangkan kepala kemanusiaan PBB, Valerie Amos, yang terbang dalam satu hari sebelumnya untuk kunjungan tiga hari, di backbone ia akan bertemu dengan sejumlah pejabat Suriah atas situasi kemanusiaan yang kian memburuk di Suriah.
    Amos bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem, Rabu (15/8) dan dia juga telah mengatur untuk mengunjungi daerah pinggiran yang bergolak di Douma dan kegubernuran al-Nabek, sekitar 80 kilometer dari Damaskus.
    Sehari sebelumnya, Amos bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Faisal Mikdad, Menteri Rekonsiliasi Nasional, Ali Haidar dan Perdana Menteri Wael al-Halki.
    Dia juga mengunjungi sejumlah sekolah di dekat Damaskus, yang dihuni oleh pengungsi Suriah dan Arab.
    Dalam sebuah perjamuan Iftar dengan sejumlah relawan Bulan Sabit Merah Arab Suriah, Amos menjawab pertanyaan tentang situasi di Suriah, dia mengatakan bahwa situasi kian memburuk sejak kunjungan terakhirnya ke Suriah Maret lalu. (eko/@agus)
    Komentar
    • Ledakan Bom Guncang Garasi Militer Suriah Dekat Hotel PBB

    Terkini

    Topic Popular