Satelit9.com,Palu-Salahuddin, anchorman dan juru kamera Nuansa TV, salah satu stasiun TV lokal di Palu, Sulawesi Tengah tertembak, Selasa (21/8) sekitar pukul 11.10 WITA. Ala, sapaan akrab jurnalis televisi ini diduga terkena tembakan senjata api rakitan atau senapan angin. Setelah pingsan terkena tembakan warga yang bertikai di Sigi, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.
Setelah ditangani di RS Bhayangkara Polda Sulteng lalu kemudian dirujuk ke RSUD Undata Palu, Sulteng. Dari hasil pemeriksaan diketahui peluru senapan angin yang menembusi lehernya masih tertinggal. Untuk proses pembedahan lebih lanjut Ala akan dirujuk ke RS Mitra Surabaya, Jawa Timur.
Dari keterangan Sersan Mayor Umar ST, salah seorang aparat TNI Angkatan Darat, Ala sedang menggambil gambar, ketika bentrok antarwarga di Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi kembali pecah.
“Dia ada di belakang kita. Kita mundur saat bentrok pecah. Tiba-tiba Ala jatuh pingsan. Leher kanannya mengeluarkan darah. Tapi kita belum tahu apakah terkena senapan angin atau sumpit atau dumdum, senjata api rakitan,” kata Umar.
Sebelumnya, bentrok antarwarga di Kecamatan Marawola ini sudah terjadi Senin (20/8/2012) dini hari. Lalu berlanjut Senin (20/8/2012) siang. Saat aksi balasan, 4 rumah warga dibakar dan seorang warga bernama Affandi (57) tewas dibacok massa yang kalap.
Saat ini, aparat gabungan TNI Angkatan Darat dan Kepolisian sejumlah tidak kurang dari 310 personil disiagakan di lokasi kejadian.(@eko)
