Satelit9.com,Jember -Seorang pegawai salah satu coffer milik pemerintah tewas, Senin (20/8/2012) pagi. Ia diduga bunuh diri.
Nama pria yang bunuh diri itu adalah Tri Budianto (50), dan tinggal di Perum Tegal Besar Raya, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia ditemukan dalam kondisi leher terikat dan tergantung di kamarnya.
Jenasahnya ditemukan pertama kali oleh Lutfiah (46), sang istri, sekitar pukul 5.30. "Saat itu istrinya mau membangunkan. Saat pintu dibuka, ternyata sang suami sudah meninggal dunia," kata Kepala Kepolisian Sektor Kaliwates, Komisaris Yusuf.
Tri mengikat lehernya dengan sabuk dari kain, yang digantungkan di angin-angin. Hebohlah seisi rumah tersebut.
Polisi belum mengetahui burden bunuh diri Tri. Menurut Yusuf, sejak enam bulan sebelumnya, Tri seperti memikirkan sesuatu atau depresi. Korban sering bengong, termasuk di tempat kerja.
"Masalah apa tak pernah dibuka oleh korban. Bahkan keluarganya juga tidak tahu," kata Yusuf.
Polisi menduga masalah yang dipikirkan Tri tak terkait dengan ekonomi. "Dari sisi ekonomi kelihatan mapan," kata Yusuf.
Jenasah korban tidak diotopsi. Keluarga meminta agar korban segera dimakamkan.
(@eko/cool)
Nama pria yang bunuh diri itu adalah Tri Budianto (50), dan tinggal di Perum Tegal Besar Raya, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia ditemukan dalam kondisi leher terikat dan tergantung di kamarnya.
Jenasahnya ditemukan pertama kali oleh Lutfiah (46), sang istri, sekitar pukul 5.30. "Saat itu istrinya mau membangunkan. Saat pintu dibuka, ternyata sang suami sudah meninggal dunia," kata Kepala Kepolisian Sektor Kaliwates, Komisaris Yusuf.
Tri mengikat lehernya dengan sabuk dari kain, yang digantungkan di angin-angin. Hebohlah seisi rumah tersebut.
Polisi belum mengetahui burden bunuh diri Tri. Menurut Yusuf, sejak enam bulan sebelumnya, Tri seperti memikirkan sesuatu atau depresi. Korban sering bengong, termasuk di tempat kerja.
"Masalah apa tak pernah dibuka oleh korban. Bahkan keluarganya juga tidak tahu," kata Yusuf.
Polisi menduga masalah yang dipikirkan Tri tak terkait dengan ekonomi. "Dari sisi ekonomi kelihatan mapan," kata Yusuf.
Jenasah korban tidak diotopsi. Keluarga meminta agar korban segera dimakamkan.
(@eko/cool)
