Satelit9.com,Jakarta-Raja dangdut Rhoma Irama yang absen menghadiri panggilan Panwaslu terkait rekonstruksi kasus dugaan ceramah SARA mengaku sudah tahu adanya jadwal tersebut.
Namun karena kesibukan yang sangat padat, Rhoma meminta pengunduran waktu pemanggilannya. Hari ini, menurut Rhoma, dirinya harus memenuhi undangan ceramah dan menjadi Khatib Salat Jumat, kemudian langsung ke Bogor.
Kepada wartawan Rhoma menegaskan, dirinya tidak takut menghadapi pemanggilan oleh Panwaslu DKI Jakarta tersebut. Sebab, kata dia, ceramahnya itu disiarkan dalam kapasitasnya sebagai ulama. Dan bukan, sambung Rhoma, sebagai bagian dari tim kampanye atau juru kampanye pasangan Foke-nara.
Terkait kedatangan Geofedi Rauf yang merupakan anggota tim sukses pasangan Foke-Nara, Rhoma mengaku, tidak tahu-menahu. “Mungkin inisiatif dari tim kampanye pasangan Foke-Nara. Memang benar mereka menghubungi saya untuk menawarkan bantuan hukum atau advokasi terhadap pemanggilan Panwaslu, tapi saya tolak karena saya tidak takut,” tuturnya.
Rhoma juga merasa benar karena menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Dia menuturkan, firman Allah yang dimaksud adalah salah satu ayat Al Quran yang berisikan larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin yang beragama tidak Islam. Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir, Rhoma menegaskan, mereka justru akan menjadi musuh Allah.
“Apakah itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran. Saya meyakini kebenaran ayat Al Quran. Saya wajib menyampaikan kebenaran kepada umat Islam,” imbuhnya.
Rhoma bahkan mengaku siap menjalani konsekuensi apabila ceramahnya terbukti melanggar tindak pidana Pemilukada dan tindak pidana umum. Dan tetap tidak akan menggunakan jasa pengacara dalam menjalani proses pemeriksaan yang melibatkan Panwaslu, polisi, dan jaksa tersebut.@Liberty Jemadu)
Namun karena kesibukan yang sangat padat, Rhoma meminta pengunduran waktu pemanggilannya. Hari ini, menurut Rhoma, dirinya harus memenuhi undangan ceramah dan menjadi Khatib Salat Jumat, kemudian langsung ke Bogor.
Kepada wartawan Rhoma menegaskan, dirinya tidak takut menghadapi pemanggilan oleh Panwaslu DKI Jakarta tersebut. Sebab, kata dia, ceramahnya itu disiarkan dalam kapasitasnya sebagai ulama. Dan bukan, sambung Rhoma, sebagai bagian dari tim kampanye atau juru kampanye pasangan Foke-nara.
Terkait kedatangan Geofedi Rauf yang merupakan anggota tim sukses pasangan Foke-Nara, Rhoma mengaku, tidak tahu-menahu. “Mungkin inisiatif dari tim kampanye pasangan Foke-Nara. Memang benar mereka menghubungi saya untuk menawarkan bantuan hukum atau advokasi terhadap pemanggilan Panwaslu, tapi saya tolak karena saya tidak takut,” tuturnya.
Rhoma juga merasa benar karena menyampaikan firman Allah di rumah Allah. Dia menuturkan, firman Allah yang dimaksud adalah salah satu ayat Al Quran yang berisikan larangan bagi umat Islam untuk memilih pemimpin yang beragama tidak Islam. Jika umat Islam memilih pemimpin yang kafir, Rhoma menegaskan, mereka justru akan menjadi musuh Allah.
“Apakah itu salah? Saya hanya menyampaikan kebenaran. Saya meyakini kebenaran ayat Al Quran. Saya wajib menyampaikan kebenaran kepada umat Islam,” imbuhnya.
Rhoma bahkan mengaku siap menjalani konsekuensi apabila ceramahnya terbukti melanggar tindak pidana Pemilukada dan tindak pidana umum. Dan tetap tidak akan menggunakan jasa pengacara dalam menjalani proses pemeriksaan yang melibatkan Panwaslu, polisi, dan jaksa tersebut.@Liberty Jemadu)
