![]() |
| Ilustrasi |
Satelit9.com,Kediri-Hanya gara-gara sering minta sepeda motor dan rumah, suami tega membantai istrinya. Pembunuhan itu dilakukan secara sadis dengan cara dicekik, diinjak-injak, dipukul dengan batu bata, lalu dibuang ke sungai.
Suami sadis ini bernama Bonari (24) asal Ketapang, Kalimantan Barat. Dia telah diringkus petugas Buru Sergap (Buser) Polres Kediri dari rumah pamannya, di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo mengatakan, kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi menemukan mayat di Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap para pendatang baru. "Setelah penyelidikan ada kecurigaan bahwa ada seorang pendatang baru bernama Bonari dan istrinya di rumah kakaknya. Kemudian kita lakukan penyelidikan, ternyata kita temukan bercak darah di kamar," terang AKBP Kasero Manggolo, Rabu siang (15/08/2012)
Masih kata Kapolres, berdasarkan hasil pencocokan sampel darah korban dengan bercak darah di lokasi, ternyata identik. Kemudian polisi melakukan pencarian, akhirnya menemukan pelaku di rumah pamannya, sekitar pukul 18.00 WIB.
Polisi membawa Bonari ke Polres Kediri. Ketika dimintai keterangan, dia mengaku telah menghabisi istrinya bernama Elisa (22). Pembunuhan itu dilakukan, pada Minggu (12/08/2012) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut cerita Bonari, saat itu mereka di rumah Yatilah (30) kakaknya di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten. Ketika berada di kamar, Elsa merengek minta dibelikan sepeda motor dan rumah.
Bonari yang tidak memiliki pekerjaan naik pitam. Mereka, kemudian terlibat cek cok mulut. Bonari kalap, kemudian memukuli wajah dan menginjak-injak leher istrinya sampai tak berdaya.
Bonari merasa belum puas. Ia mengambil batu bata, kemudian memukulkan ke arah kepala istrinya hingga pecah. "Saya lihat sudah tidak bernyawa. Saya tidurkan di kasur. Kemudian setelah malam, saya bawa menggunakan sepeda motor milik kakak saya ke Sungai Gondang, lalu saya lempar ke bawah," kenang Bonari.
Setelah menghabisi nyawa istrinya, Bonari langsung mengemasi barang-barangnya. Kemudian, membersihkan bercak darah istrinya yang menempel di dinding, dan menyemprot dengan cat pilox warna putih.
Setelah memastikan aman, Bonari pergi dari rumah Yatilah menuju rumah pamannya di Desa Pelem. Niatnya, dia bersembunyi dari kejaran polisi. Sementara mayat korban ditemukan esok harinya, Senin (13/08/2012)
Sebenarnya, imbuh Kapolres pada saat pembunuhan berlangsung para tetangga sempat mendengar teriakan korban. Tetapi, warga tidak curiga adanya pembunuhan sadis tersebut. Baru setelah polisi menemukan mayat korban, tetangga memberitahu kakak pelaku dan petugas.(@sbk)
.jpg)