Satelit9.com,Solo-Ratusan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada di Kota Solo tidak seluruhnya ideal. TPS-TPS tesebut bisa dikatakan kurang ideal karena tidak bisa menampung seluruh sampah yang ada. Bahkan ada TPS yang aggregate sampahnya setiap hari meluber hingga tepi jalan."Kita akui TPS kita kurang ideal dan bisa dikatakan tidak manusiawi. Memang faktanya demikian," kata Kabid Persampahaan, Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Pemkot Surakarta Sudiyatno.
Menurutnya, kendala terbesar dalam pengadaan TPS adalah terbatasnya lahan. Padahal untuk membuat TPS khususnya di daerah pusat Kota Bengawan membutuhkan lahan yang luas. "Kendala itulah yang kita hadapi, karena lahan yang dimiliki Pemkot juga terbatas. Saat ini tempat pembuangan sampah yang ada dioptimalkan. Meski hal itu kadang menjadi masalah tersendiri," ungkapnya.
DKP lanjut Nono panggilan Sudiyatno, DKP menggunakan alternatif bunkerisasi atau penimbunan dan sistem hidrolis untuk mengatasi masalah dengan archetypal bunkerisasi atau penimbunan. Namun alternatif pengendalian sampah itupun juga mendapatkan kendala tersendiri seperti pendanaan.
Kini Pemkot dan legislatif tengah membahas hal itu. "Tahu sendiri kan APBD Kota Surakarta juga terbatas,padahal bunkerisasi dan hidrolis ini sangat efektif, tetapi dana yang dibutuhkan besar," terangnya.
Perlu diketahui jumlah sampah setiap harinya mencapai 200-300 ton/hari. Sekitar 60 persen disumbang dari sampah keluarga. Sementara jumlah serta luasan TPS berikut tempat pembuangan akhir (TPA) juga terbatas.
Dari pantauan, lokasi TPS yang selalu menimbulkan masalah ada di Jalan Hassanudin, TPS di sebelah barat Keraton Surakarta, TPS di Jalan Mangunsarkoro Komplang. TPS di Jalan Hassanudin, Brengosan Laweyan, sampah meluber ke badan jalan. Bahkan, sejumlah kambing milik warga ikut berburu pakan di TPS tersebut.
Wakil Ketua DPRD Surakarta Supriyanto saat dimintai komentarnya mendesak DKP segera menyelesaikan masalah sampah di TPS. "Kami mendesak sampah-sampah yang ada di TPS langsung diangkut di TPA, sehingga TPS menjadi bersih," tegasnya.(@DNI)