• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Satu peleton Pasukan Brimob Jaga Lokasi Bentrokan di Sampang,2 Tewas

    Last Updated 2012-08-26T08:38:06Z


    Satelit9.com,Sampang-Dua orang tewas dan lima orang lainnya terluka dalam penyerangan terhadap komunitas Syiah di Sampang, Madura, yang terjadi hari ini.
    "Dua orang meninggal, mereka bernama Hamama dan Tohir, lima orang luka-luka saat mencoba melindungi anak-anak dan wanita, saya ketakutan sekali," ujar Umi Kulsum, istri dari ustad Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang.
    Umi mengatakan, kejadian berasal saat pagi hari sebanyak 30 anak-anak, termasuk lima orang putra-putri Umi dan Tajul, dan lima kemenakannya, akan berangkat ke Pesantren Bangil di Malang dari Desa Nangkerenang Kecamatan Omben Sampang, Madura.
    Tiba-tiba ribuan orang menghadang mobil yang membawa mereka dan mendesak mereka untuk tidak pergi.
    "Saat kejadian tidak ada polisi, massa menyerang pria dewasa yang mencoba melindungi anak-anak dan wanita dengan pedang, golok dan lain-lainnya," ujar Umi.
    Sampai saat ini, menurutnya, hanya ada delapan polisi dari Kepolisian Sampang yang berada di lokasi. Jenazah korbanpun belum dimakamkan.
    Sebanyak empat rumah, termasuk rumah milik Umi dan Tajul sudah dibakar massa yang marah.
    "Mungkin sekarang sudah lebih dari empat rumah, api sudah bergerak ke timur, tolonglah kami, suasana sangat mencekam," kata Umi.
    Dalam kerusuhan tersebut, Umi terpisah dari anak-anaknya dan sampai saat ini ia tidak mengetahui keberadaan mereka.
    Umi mengatakan, ia mendengar kabar rencana penyerangan tersebut beberapa hari yang lalu dan sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian, namun tidak ada tindakan nyata untuk mencegah insiden tersebut.
    Umi mengatakan ia mengenali beberapa dari penyerang tersebut sebagai rekan dari Roisul Hukama, tokoh Nahdlatul Ulama di Dusun Nangkernang, Kecamatan Omben, Sampang, sekaligus adik kandung Tajul Muluk, yang melaporkan kakaknya, ke Kepolisian Daerah Jawa Timur, atas dasar penistaan agama.
    "Mau berapa nyawa lagi yang harus jadi korban sampai polisi dan pemerintah mau turun tangan? Anak-anak kami sudah lima bulan putus sekolah, suami saya dipenjara, saya hidup dalam teror," Umi berkata dengan penuh emosi.
    Umi berharap Polisi Sampang tidak memihak dan segera menindak paara penyerang dan menghukum mereka dengan adil.ekitar satuan Peleton Brimob Pamekasan yang menjaga lokasi tersebut. "Kita masih menerjunkan satu peleton," kata Iptu Didik Sulityoso, Kasubden Brimob Pamekasan di lokasi, Minggu (26/8/2012).
    Hingga berita ini diturunkan, beberapa rumah pengikut Syiah masih mengepulkan asap pasca pembakaran oleh massa. Namun, untuk mengantisipasi kejadian agar tidak meluas, beberapa pasukan bantuan mulai didatangkan. Termasuk Kombes Pol Abdul Gafur, Karo Ops beserta perwira dari Polda Jatim yang sudah memasuki lokasi.(adi)

    Komentar
    • Satu peleton Pasukan Brimob Jaga Lokasi Bentrokan di Sampang,2 Tewas

    Terkini

    Topic Popular