Satelit9.com,Lumajang-Sebuah Aces Up Nopol N 8278 YA terguling saat melalui jalan turunan di Desa Pandansari Kecamatan Senduro. Akibatnya, belasan penumpang terjatuh dan tumpah dijalanan.
Informasi yang berhasil dihimpun di TKP, truk aces up yang memabawa rombongan dari Desa Kalioenggung Kecamatan Randuagung hendak menuju ke salah satu kerabatnya di Pandansari. Sebanyak 2 penumpang dikabarkan meninggal dunia di lokasi. "Tadi yang meninggal dua orang," kata Suto, salah satu warga dilokasi.
Dia menambahkan, Aces Up saat menuruni jalan turunan sudah mengurangi kecepata n, kemudian tiba-tiba menabrak pohon dikiri jalan dan terguling. "Tadi aces Upnya ditengah, sekarang dipindah dipinggir oleh warga," terangnya.
Menyusul ada kecelakaan aces up yang mengangkut belasan penumpang dan menewaskan 2 penumpangnya. Aparat kepolisian gabungan datang ke TKP.Inilah identitas korban kecelakaan yang semuanya asal Desa Kalipenggung Kecamatan Senduro:
1. M Fauzan (5),
2. Subiyah (40),
3. M Soyfan (4 bulan),
4. Ayu (4),
5. Rusai (7),
6.Yeni(16),
7. Ifa (6),
8. Nur (22),
9. Haryono (70),
10. Maimuna (60),
11. Ifan Efien (14),
12. Susilowati(31),
13. Nur Hasanah(22)
14., Fitria, ,
15. Nurhalim,
16. M Holel,
17. Rukayah,
18. Bu She,
19. Husni
20.Ubay (1)
21. Saryanto(sopir) Lokasi kecelakaan tunggal aces up Nopol N 8278 YA terguling saat melalui jalan turunan di Desa Pandansari Kecamatan Senduro yang disopiri Saryanto, ternyata, dikenal angker dan rawan terjadi kecelakaan. Kendaraan bisa tiba-tiba bermasalah ketika melintasi jalan menurun tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi, jalan Turun tersebut dikenal oleh warga dengan sebutan "Jelen Toronan Dam, Ciri, Cura dan Pegge". Bahkan, jalan tersebut juga diketahui ada penjaga mahkluk halus.
"Kalau lokasi ini memang rawan kecelakaan dan angker," ujar Adin, Kades Pandansari Kecamatan Senduro pada wartawan dilokasi, Kamis(23/8/2012).
Dia mengatakan, yang sering kecelakaan sebelum-belumnya kendaran motor. Dari pengakuan yang pernah jatuh di jalan turunan, rem tiba-tiba blong. "Yang pernah kecelakaan disini banyak dikarenakan rem blong secara mendadak," ungkapnya.
Warga menduga rem motor yang tiba-tiba blong disebabkan gangguan mahluk halus. Karena, yang pernah terjatuh atau terperosok di jalan turun, kendaraanya sudah normal. "Jadi kecelakaan disini, kebanyakan rem tiba-tiba tidak berfungsi," ujar Sukirna, warga setempat.
Di Jalan Turunan Pandansari ada goa yang mengeluarkan air ke sungai dan makam tetua desa. Jalan yang menelan 23 korban bukan diaspal melainkan dicor. "Jalanan ini menuruk dan bertikungan berkelok, alias jalan yang melewati curah," terangnya.(cool /agus)
