Satelit9.com, Bandung - Satu keluarga tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa pintu pengaman di Kampung Blok Hawu RT 01/RW 04, Desa Bojong Salam, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu sore, 29 Agustus 2012. Pasangan Dedi Rahmat, 42 tahun, dan Sumiati, 30 tahun, bersama anak mereka yang berusia 5 tahun dihantam kereta saat menyeberang dengan skuter otomatik Z-4904-ET sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bandung Ajun Komisaris Besar Sandy Nugroho membenarkan kecelakaan maut di perlintasan kereta Rancaekek itu. "Ketiganya tewas tertabrak kereta api rute Bandung-Cicalengka. Korban divisum di RS Hasan Sadikin. Kalau kecelakaan di perlintasan kereta diduga biasanya akibat kelalaian pengguna jalan raya," ujarnya , Rabu malam, 29 Agustus 2012.
Sandy mengatakan kini polisi tengah meminta keterangan beberapa saksi terkait kronologi kejadian. "Masinis kereta belum kami mintai keterangan, karena harus tetap melanjutkan perjalanan dulu tadi. Tapi nanti kami akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api," katanya.
Paman korban, Amar, 64 tahun, mengatakan korban tengah dalam perjalanan menuju rumah tinggalnya di Pamoyanan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Keluarga Dedi datang ke rumah Amar sekitar pukul 09.00 dan beranjak kembali langsung ke Garut sekitar pukul 15.00.
"Mereka baru pulang silaturahmi Lebaran dari rumah saya di Kampur Haur Pugur (Kecamatan Rancaekek)," katanya saat mengantarkan para korban di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.
Amar mengaku sempat meminta Dedi menunda sehari kepulangannya ke Garut. "Tapi mereka tetap berangkat karena tidak mau kelamaan meninggalkan anak sulung mereka sendirian di Cisurupan," kata Amar.
Dari informasi yang didengar Amar dari para saksi di lokasi kejadian, skuter Mio yang ditunggangi keluarga Dedi tertabrak tepat di tengah perlintasan kereta. "Katanya motornya (Dedi) mendadak selip di tengah perlintasan rel yang memang sudah tak beraspal lagi. Motornya tertabrak kereta sampai terbelah dua," tuturnya.
Para korban tinggal di Kampung Pamoyanan RT 01/RW 02 Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Pantauan Tempo di kamar mayat RS Hasan Sadikin, para korban menderita luka di bagian kepala. Dedi mengalami luka berat di bagian kepala. Sebagian kepala dan wajah Sumiati tampak rusak.
Sedang anak mereka yang masih belum diketahui namanya mengalami luka terbuka di bagian kepala belakang dan tampak ditutup perban putih yang sudah dirembesi darah merah dari bagian yang terluka. Anak malang ini meninggal saat dilarikan ke RS Cicalengka. (@agus/eko)
.jpg)