Satelit9.com,Jakarta-Tim sukses Jokowi-Basuki meminta pihak Kepolisian RI dan pihak yang berwajib lainnya untuk mengusut tuntas penyebab musibah kebakaran yang terjadi secara beruntun di Jakarta. Hal ini penting dilakukan, agar di masa depan musibah yang merugikan dan meresahkan warga tersebut bisa diminimalisir dan dihindari. Dalam rentang sebulan terakhir, tercatat setidaknya 7 kali musibah kebakaran terjadi di berbagai kawasan padat penduduk dan pertokoan Jakarta.
Demikian keterangan yang disampaikan Boy Bernadi Sadikin, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Basuki didampingi Budi Purnomo Karjodihardjo, Koordinator Bidang Komunikasi dan Media Center hari ini (23/08) di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut Boy Sadikin dan Budi Purnomo mewakili seluruh warga Jakarta pendukung pasangan Jokowi-Basuki, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya berbagai musibah kebakaran yang terjadi, baik yang terjadi di kawasan yang banyak warga pendukung Jokowi-Basuki ataupun bukan.
"Memang benar. Banyak sekali pendukung Jokowi yang rumah maupun tempat usahanya terbakar dalam musibah ini, sesuai dengan fakta di lapangan yang dipublikasikan media. Kami turut prihatin dan merasakan penderitaan warga korban kebakaran tersebut. Apalagi ini masih dalam suasana lebaran. Secepatnya kami pasti mencarikan solusi yang terbaik untuk kelangsungan kehidupan dan masa depan para korban kebakaran tersebut," terang Boy.
Boy tidak ketinggalan menghimbau seluruh warga agar tetap waspada dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika ada kebakaran ataupun perilaku orang asing yang mencurigakan. Sekaligus meminta agar Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya cepat tanggap mengatasi dampak kebakaran yang terjadi sehingga aktifitas warga korban kebakaran pulih kembali.
Tim sukses Jokowi-Basuki bersama dengan ratusan relawan dan simpatisan Partai PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra sampai hari ini terus memberi bantuan langsung berupa sembako dan pakaian kepada para korban kebakaran. Di beberapa lokasi, bahan bangunan seperti kayu, asbes dan berry sudah didatangkan berkoordinasi dengan warga masyarakat setempat(cool /agus)
.jpg)