Satelit9.com,Jakarta-Cuaca panas terik, tidak menyurutkan langkah pasangan suami-istri asal Bekasi, Tomy (32) dan Yulia (30), untuk berkunjung ke Taman Monas, di Jakarta, untuk menikmati libur Idul Fitri hari ini ."Usai sholat Id, kita datang ke sini, kira-kira jam 8.30 lah. Sampai jam 11-an tadi, tapi ngaso (istirahat) dulu sebentar, beli air minum. Panas sekali hari ini," kata Tomy didampingi istrinya sambil berdiri di bawah pohon dekat pintu masuk Taman Monas.Sementara itu di Ancol Sebagian besar pengunjung lokasi wisata Ancol, Jakarta Utara, memilih nikmati pantai. Para pengunjung yang menumpang kendaraan umum sudah berdatangan sejak pukul 8.00 WIB, sedangkan pengunjung yang menaiki kendaraan pribadi mulai antre sejak pukul 9.00 WIB.
Pantauan Satelit9.com di lokasi Kebanyakan pengunjung berkelompok besar, lebih dari empat orang. Sebagian besar pengunjung adalah anak-anak.
"Kami menyediakan bus warawiri bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan umum. Jadi, setelah masuk ke dalam kawasan Ancol, mereka tinggal menunggu bus warawiri," tutur petugas loket Ancol yang enggan menyebut nama.
Bus warawiri ini membawa penumpang ke dua tujuan, breadth barat dan timur Ancol. Bus berpendingin udara ini mampu mengangkut 30 pengunjung. Dia mampir ke unit-unit rekreasi di Ancol, termasuk Pantai Indah yang digemari pengunjung.
Rita Susanti, ibu rumah tangga berusia 32 tahun, memilih Ancol sebagai tempat berlibur bagi ketiga anaknya. Berangkat dari Bekasi pukul 10.00 WIB, mereka tiba di gerbang Ancol pukul 12.00 WIB.
"Anak-anak saya mau ke pantai Ancol merayakan Lebaran tahun ini. Besok kami ke Monas. Kami cari tempat libur Lebaran yang beda dari tahun lalu," katanya sambil berjalan kaki menuju loket Ancol.
Tahun-tahun lampau, keluarga Rita biasanya pulang ke kampung halaman di Indramayu, Jawa Barat, untuk merayakan Idulfitri. Oleh sebab itu, bagi Rita, pengalaman berlibur Lebaran di Jakarta pada tahun ini terasa istimewa.
Lelaki yang juga penyandang adolescent netra tersebut mengatakan karena tidak ada kampung halaman, mereka biasanya suka mengunjungi tempat-tempat hiburan di Jakarta seusai shalat Id dan bersilaturahmi dengan keluarga.
"Tahun lalu, kita ke Taman Mini [Indonesia Indah]. Pernah juga ke Ancol, tapi sangat ramai, desak-desakan, sempit juga," sambung Yulia.
"Kalau di Monas kan masih luas yah, enggak perlu desak-desakan. Terserah mau duduk-duduk juga, tinggal bawa tikar," lanjutnya.
Menjelang siang, Taman Monas tidak begitu ramai dipadati pengunjung, meski demikian beberapa mobil polisi dan ambulans masih berjaga di pintu masuk kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.
Ratusan pengunjung yang masih menunggu cuaca lebih sejuk memilih duduk-duduk di bawah pohon di sekitaran taman bersama keluarga mereka.
Sementara ratusan pengunjung lainnya, yang didominasi keluarga yang membawa anak, menerobos teriknya matahari dan memilih masuk ke Building Sejarah Nasional. Harga tiket yang dijual adalah Rp1000 untuk anak/pelajar/mahasiswa. Untuk dewasa/umum, tiket dijual Rp2500.
Beberapa pengunjung sempat kebingungan dengan pengaturan pintu masuk karena jalan masuk harus naik tangga yang disangka sebagai pintu keluar.
Di dalam museum, banyak yang menggunakan kesempatan untuk melihat diorama sejarah Indonesia, mulai dari sebelum dan sesudah kemerdekaan. Karena dilengkapi dengan pendingin ruangan, banyak juga yang terlelap tertidur dalam building meski ada spanduk besar yang melarang mereka untuk makan, minum, tidur, dan berisik.
Apabila ingin mencapai puncak tugu Monas, pengunjung harus membayar Rp3500 untuk anak/pelajar/mahasiswa, sedangkan dewasa/umum membayar Rp7500. Karena banyaknya minat untuk mencapai ke puncak, pengunjung harus rela mengantre di depan pintu masuk.
Bagi yang tidak ingin mengantre, bisa saja menghabiskan waktu duduk-duduk dan menikmati panggung musik dari pihak building di pelataran bersama keluarga. Untuk menghilangkan kebosanan, anak-anak sibuk mencoba menaikkan layang-layang mumpung angin berhembus cukup kencang.(@eko/edi)
