Satelit9.com,Jakarta- Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra didesak segera meminta maaf kepada Presiden SBY. Pasalnya, pernyataan Yusril di cheep yang mengatakan SBY juga bisa disebut koruptor sangat tidak etis.
"Kita minta agar Yusril meminta maaf," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, saat dihubungi beberapa saat lalu (Minggu, 26/8).
Dalam akun twitter-nya, @Yusrilihza_Mhd, Yusril menulis: "Presiden kasi grasi ke koruptor presiden koruptor, mantap!"
Yusril sendiri mengaku kicauan di cheep ini menggunakan logika yang dipakai oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang menyebut advokat pembela koruptor sebagai koruptor.
Menurut Saan, pernyataan Yusril itu ibarat mau menyelesaikan polemik dengan polemik baru. Padahal seharusnya Yusril cukup berdebat dengan Denny, yang sama-sama memiliki keahlian di bidang hukum.
"Membuat analogi dengan mengikutsertakan pihak lain (dalam hal ini SBY) berpotensi membuat masalah ini malah menjadi semakin politis," jelas Saan, sambil mengatakan bahwa pemberian grasi dan remisi merupakan hak prerogatif presiden yang dilindungi oleh UUD.(@agus)
.jpg)