Satelit9.com,Jakarta-Untuk membantu warga kurang mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyerahkan sebanyak 1.035 Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) kepada nelayan di Jakarta Utara.
Fauzi Bowo mengatakan nelayan di Jakarta ini termasuk kelompok nelayan yang kurang mampu yang membutuhkan perhatian sehingga pemerintah berinisiatif memberikan bantuan.
"Pada saat agent itu susah, kita memberikan bantuan solar, dan juga motor. Selain itu, bila mereka sedang paceklik ikan, kami memberikan bantuan beras. Ini semua bentuk perhatian dari pemerintah daerah kepada nelayan di Jakarta. Ini akan kita lanjutkan di tahun-tahun yang akan datang," ujar Fauzi Bowo, usai menyerahkan kartu Jamkesda di GOR Dewaruci, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (11/9).
Apalagi, kata Fauzi Bowo, profesi nelayan termasuk yang rawan terhadap penyakit. Jadi dalam rangka Jamkesda di Jakarta, pemerintah memberikan kartu JPK Gakin kepada 1.035 nelayan yang tersebar di beberapa kelompok pemukiman nelayan. "Semua mendapatkan pelayanan yang sama. Kita berharap dengan begitu mereka tidak perlu memikirkan biaya kesehatan, sehingga dana yang mereka miliki bisa digunakan untuk kepentingan lain," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati menuturkan kartu ini memberikan jaminan layanan kesehatan chargeless yang terdapat di 88 rumah sakit di Jakarta. Layanan kesehatan yang diberikan itu bukan hanya diperiksa dan dikasih obat, namun bila diperlukan operasi besar biayanya akan ditanggung pemerintah daerah. "Biaya kesehatan dari kartu Jamkesda ini bisa digunakan hingga Rp 100 juta dan ditanggung oleh pemerintah. Anggaran untuk Jamkesda ini sebesar Rp 600 miliar," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jakarta, Yan Sasmita sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta dengan diberikannya kartu Jamkesda tersebut. Sebab, sejak tahun 2002 para nelayan sudah menunggu layanan kesehatan Jamkesda ini, dan hari ini Pemprov DKI Jakarta sudah mewujudkannya sebagai bentuk perhatian terhadap nelayan. "Ini benar-benar luar biasa, karena nelayan tidak usah memikirkan kesehatannya karena biayanya ditanggung pemerintah," tandasnya.(@cool)
