Satelit9.com,Jakarta- Tiga organisasi warga Indonesia yang ada di Turki yaitu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Turki (PCI NU Turki), Lembaga Otonomi Kajian dan Penerbitan Asitane dan juga Persatuan Pelajar Indonesai Istanbul (PPI Istanbul) dengan tegas menolak kunjungan anggota DPR ke negara tersebut.Ketiga organisasi itu menyebut tidak urgensi dari calendar kerja DPR ke Turki dan alasannya mengada-ada.
"Alasan hanya untuk menentukan sebuah lambang PMI, sehingga harus melakukan kunjungan beramai-ramai bahkan sampai kedua negera yang berbeda yaitu Denmark dan Turki terlalu berlebihan," tulis ketiga organisasi itu dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia.
Mereka juga menyebut kunjungan itu menghamburkan uang rakyat. Ketiga organisasi itu mengutip laporan Formappi dan LSM Fitra yang melaporkan bahwa kunjungan itu memakan dana sebesar Rp1,3 miliar.
"Selain itu berdasarkan catatan PSHK, kinerja DPR pada 2011 masih berada di bawah ambang batas dengan hanya merampungkan 24 dari 93 RUU yang direncanakan. Karenanya, kami mendesak anggota DPR untuk memaksimalkan kerja legislatif mereka ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri yang memakan biaya besar dan menghamburkan uang negara," tegas ketiga lembaga itu. (@agus)