Satelit9.com,Gunung Kidul-Bencana kekeringan di Kabupaten Gunungkidul semakin meluas. Warga semakin sulit untuk mendapatkan air, sementara sejumlah sumber air sudah mengering. Warga di Kecamatan Panggang dan Purwosari harus berjalan kaki untuk mencari sumber air di dalam goa karena telaga sudah mengering.Seperti yang terjadi di Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, warga dari Pedukuhan Gubar, Sumur dan sekitarnya
memanfaatkan sumber air di Goa Kali Gede, Dusun Gubar. "Sumber ini setiap hari diserbu lebih dari 200 warga untuk
mencari air," ujar Giyanti warga Gubar, Senin (10/9).
Dampak mundurnya musim penghujan, menambah penderitaan masyarakat Gunungkidul yang dilanda kekeringan. Pemkab Gunungkidul hanya menyiapkan anggaran untuk droping air hanya sampai Oktober 2012.
Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Gunungkidul, Dra Suryatmiatun didampingi Kasi Bantuan dan Jaminan Sosial Gustarto Sugiyono SIP MM dikonfirmasi terpisah menyatakan, dana droping lewat Dinsosnakertrans 2012 ini sebesar Rp 422 juta untuk melayani penduduk di 170 dusun tersebar di 8 kecamatan. Dana tersebut diasumsikan untuk melakukan droping hingga Oktober 2012 sebanyak 3 ribu rit tangki kapasitas 5 ribu liter.
Sampai sekarang pelayanan droping air sudah mencapai 1.500 rit atau 50 persen dari kuota dengan asumsi setiap
hari bisa mengirim air 6-7 tangki. (@Dugon)