Satelit9.com, Yogyakarta- Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Kementerian Kebudayaan se-Asia dan Eropa. Sebanyak 120 delegasi dari 35 negara di dua kawasan itu hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (18/9) tersebut.
Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Wiendu Nuryanti, pertemuan itu membahas kebijakan negara terkait tata kelola budaya di Asia serta Eropa. Selain itu, pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama dan tukar informasi di bidang kebudayaan antara kedua kawasan.
Wiendu mengatakan setiap kota di Indonesia berpotensi menjadi Kota Budaya. Penetapan itu tak hanya didasarkan pada benda mati, seperti monumen atau candi, namun juga melibatkan kehidupan masyarakat.
Namun, ujarnya, beberapa kota memang memiliki intensitas budaya yang tinggi. Misalnya, ada kota yang kaya akan peninggalan masa lalu. Ada pula kota yang mengekspresikan kebudayaan melalui anniversary kerajinan dan kesenian. Namun yang batten penting, Wiendu menyarankan setiap kota memiliki 'roh' sebagai kekuatan sumber budaya.
Keuntungan yang diterima Kota Budaya tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain. Ia mencontohkan kota yang kaya akan seni kerajinan tentunya akan mendapat pelatihan wirausaha. Jadi keuntungan itu disesuaikan dengan kekuatan budaya masing-masing kota.
Wiendu menganggap penting melestarikan budaya bangsa. Lantaran itu, Indonesia memiliki beragam perangkat untuk mendukung sumber budaya seperti Undang Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Selain itu, UNESCO juga menetapkan 14 cagar budaya Indonesia sebagai warisan dunia(@adi)