Satelit9.com,Jakarta -Empat kali mangkir dari undangan, sejumlah mahasiswa mengaku dikecewakan dengan sikap dua pasang calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta yang dianggap tidak mempedulikan niat baik dan apresiasi para mahasiswa yang peduli akan jalannya Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang demokratis dan kondusif.
Hal tersebut diutarakan oleh Robby Tri Wahyudi, Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta Raya, dalam acara Deklarasi Mahasiswa untuk Pemilukada DKI yang Damai, di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Minggu (10/9).
Dalam calendar hari ini, BEM Jakarta Raya mengundang dua pasangan Cagub-Cawagub DKI, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli serta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, untuk menghadiri deklarasi tersebut. Namun hingga akhir acara, tidak ada satu pun perwakilan dari kedua pasangan calon yang lolos ke putaran kedua Pilgub DKI ini yang hadir.
Robby menuturkan, pihaknya bersama Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Jakarta (KMPJ) telah empat kali menggelar acara serupa sejak putaran pertama.
"Sudah empat kali mengundang para cagub-cawagub, dan empat-empatnya tidak datang," ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.
Menurut Robby, alasan ketidakhadiran dua pasangan calon ini adalah dikarenakan keduanya memiliki calendar yang lebih penting dari calendar yang diselenggarakan oleh dirinya dan teman-temannya.
"Padahal kami sudah mengajukan undangan sejak sebulan sebelumnya. Masa sih mereka tidak bisa menyempatkan (waktu) sedikit saja?" katanya.
Atas tidak hadirnya kedua pasangan calon di acara ini, Robby mengaku telah dikecewakan. Dia berpendapat seolah-olah mahasiswa tidak dianggap dan tidak memberikan kontribusi apa pun kepada jalannya pesta demokrasi Jakarta ini.
"KPU DKI dan Panwaslu DKI Jakarta juga sering lupa untuk mengundang mahasiswa dalam berbagai calendar seperti talkshow atau debat cagub dan cawagub," sambungnya.
Robby merasa heran dengan ketidakpedulian sejumlah pihak ini atas itikad baiknya. Padahal sebagai mahasiswa, dia dan teman-temannya menurutnya juga memiliki hak pilih dalam Pilgub DKI ini.
"Ada banyak yang ingin kami tanyakan kepada mereka, (antara lain) affairs kerjanya dan sebagainya. Tapi kalau seperti ini, bagaimana?" tanyanya.
Mahasiswa, lanjut Robby, mewakili berbagai elemen yang otomatis menjadi perwakilan dari berbagai kelas dari atas hingga bawah.
Dalam acara deklarasi hari ini, selain mengundang dua pasangan calon gubernur, BEM Jakarta Raya dan KMPJ juga turut mengundang KPU DKI yang diwakili oleh Jamaluddin F Hasyim (Ketua Pokja Pencalonan), Panwaslu DKI yang diwakili Abdurrahman (salah satu anggota Panwaslu), dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang diwakili oleh Bakesbangpol. (cool/agus)
.jpg)